#solana跌逾3% Solana (SOL) baru-baru ini turun lebih dari 3%, terutama dipengaruhi oleh penurunan selera risiko makro dan koreksi teknis, bukan karena memburuknya satu fundamental saja. Hingga sekitar 2 September 2026, SOL sempat menembus level psikologis kunci di bawah 100 dolar. Dalam 24 jam, penurunannya sekitar 3%-3,8%, dengan level terendah mendekati 98 dolar, dan kapitalisasi pasar sekitar 58 miliar dolar. Pada periode yang sama, Bitcoin turun sekitar 1,3%-1,8% ke kisaran 77.000 dolar, sementara Ethereum turun sekitar 2%. Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar aset kripto kembali ke level 2,6-2,7 triliun dolar.

Penyebab utama:
Tekanan makro dan geopolitik: Nada pernyataan The Fed semakin hawkish, ekspektasi kenaikan suku bunga pada bulan September meningkat. Imbal hasil obligasi AS menguat dan dolar menguat, sehingga aset berisiko tertekan. Di sisi lain, ketegangan AS-Iran meningkat dan harga minyak naik, yang selanjutnya menekan selera risiko.

Likuidasi leverage dan ikut jatuh: Likuidasi derivatif di seluruh pasar sekitar 370 juta dolar, sedangkan likuidasi terkait SOL sekitar 27 juta dolar. Posisi long dipaksa ditutup, sehingga memperbesar penurunan. Sebagai aset dengan beta tinggi, SOL biasanya jatuh lebih dalam daripada Bitcoin.

Pengambilan untung secara teknis: Setelah memantul pada Agustus dari sekitar 86-88 dolar ke hampir 110 dolar, harga mendapat hambatan. Harga tidak mampu bertahan di area support 100-103 dolar, sehingga pada jangka pendek para long mengunci keuntungan.

Sisi positif masih ada: Alamat baru dan aktivitas di jaringan terus bertumbuh. Solana spot ETF juga masih mencatat arus masuk bersih (net inflow), menandakan kebutuhan institusional belum sepenuhnya surut. Harga dan fundamental sempat mengalami penyimpangan jangka pendek; koreksi ini lebih mirip digerakkan oleh likuiditas dan sentimen. Yang perlu diperhatikan ke depan: apakah harga dapat kembali bertahan di 100-103 dolar; jika tembus ke bawah, kemungkinan akan menguji support yang lebih rendah. Data makro (misalnya NFP) dan pernyataan The Fed tetap menjadi variabel kunci. Secara keseluruhan, ini tergolong fluktuasi normal dalam tren pasar yang sedang turun secara luas, sementara prospek jangka panjang masih bergantung pada ekosistem dan kondisi arus dana.