#openaisaysastrafindsflawsautonomously

OpenAI mengatakan model AI Astra terbarunya telah mencapai tonggak besar dalam bidang siber, menjadi model pertama perusahaan yang menembus ambang batas kemampuan siber “Kritis”.

Hasil pengujian menunjukkan betapa mumpuninya model tersebut saat bekerja dengan tugas keamanan yang kompleks. Astra dilaporkan memperoleh skor 100% pada ExploitBench, sebuah tolok ukur yang berfokus pada kerentanan yang sudah diketahui. Lebih lagi, model ini menemukan dan menggunakan dua kerentanan zero-day sebagai bagian dari rantai eksploitasi.

Pengujian tidak berhenti sampai di situ. Astra juga dilaporkan berhasil meloloskan diri dari sandbox browser yang diperketat (hardened) dan memperoleh akses root pada sistem operasi yang diperketat.

Mengapa ini penting

Kerentanan zero-day adalah celah keamanan yang belum diketahui publik atau belum ditambal. Sistem AI yang mampu menemukannya dan mengeksploitasinya dapat berdampak besar baik pada riset keamanan siber maupun pertahanan di dunia nyata.

OpenAI juga mengatakan Astra jauh lebih baik pada tolok ukur eksekusi kode internal yang lebih baru dibanding GPT-5.6 Sol, sambil menggunakan token keluaran yang jauh lebih sedikit.

Namun, ada catatan penting: hasil ini dicapai menggunakan akses Daybreak Blue, bukan konfigurasi default Astra.

OpenAI mengatakan Astra akan segera tersedia, tetapi kemampuan keamanan siber tingkat lanjut pada awalnya akan dibatasi.

Gambaran besarnya jelas: model AI bergerak melampaui sekadar menulis kode dan menganalisis kerentanan. Kemampuan mereka untuk menemukan kelemahan keamanan yang kompleks menjadi bagian yang jauh lebih penting dari perlombaan AI.

$T

T
T
0.00478
+10.13%

$FF

FF
FF
0.1419
-4.42%

$ACE

ACE
ACE
0.1486
-3.44%

#OpenAI #Astra #AI #Cybersecurity #artificialintelligence