Aku berdiri di dalam sebab-akibat, sedaya yang aku mampu, semaksimal yang tak ku mampu; menjalani hari-hari dengan hati yang kosong. Segala hal mengikuti takdir—kepada orang, kepada perasaan. Ketulusan hingga ke inti keadilan, tanpa rasa bersalah di dalam hati… Setelah berupaya, bila tidak sesuai kehendakku, maka ikutilah kehendakmu. Terserah—sesukamu.