Harga minyak mentah internasional diperdagangkan tinggi di sekitar $89 hingga $90 per barel akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, meskipun harga sedikit turun dari level tertinggi intraday. Per 2 September 2026, patokan internasional utama diperdagangkan sebagai berikut:Brent Crude: Diperdagangkan pada $90,64 per barel, turun 1,02% dari penutupan sebelumnya setelah sempat menyentuh puncak intraday di $93,30.WTI Crude (West Texas Intermediate): Diperdagangkan pada $89,29 per barel, turun 1,03% pada hari ini setelah mencapai level tertinggi sesi di $92,29.Konflik Geopolitik di Selat HormuzPemicu utama yang mendorong harga minyak internasional mendekati level tertinggi tahunan adalah krisis pengiriman yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Menyusul serangan terhadap tanker minyak milik negara Arab Saudi SIDR di Selat Hormuz pada awal pekan ini, premi risiko melonjak. Karena sekitar seperlima minyak dunia melewati titik krusial ini, setiap kemungkinan pemblokiran atau $ZEC threat terhadap pelayaran komersial secara langsung membatasi ekspektasi pasokan, sehingga patokan internasional tetap sangat tinggi.➡️ Faktor Ekonomi dan Dolar yang Lebih KuatYang menahan lonjakan harga akibat geopolitik adalah aksi jual obligasi global yang terjadi bersamaan serta dolar AS yang menguat. Menguatnya greenback membuat minyak mentah menjadi lebih mahal bagi pembeli internasional yang menggunakan mata uang lain, yang secara historis meredam permintaan global. Selain itu, kekhawatiran yang terus bertahan bahwa suku bunga tinggi akan membebani data manufaktur global telah menarik harga sedikit turun dari puncak semalamnya di $93+$NVDAB
