#OpenAISaysAstraFindsFlawsAutonomously
OpenAI telah mengumumkan bahwa model frontier terbarunya, Astra, mampu secara otonom menemukan dan mengeksploitasi celah perangkat lunak tanpa panduan manusia. Dalam sebuah posting blog pada Selasa, 1 September 2026, OpenAI mengungkapkan bahwa Astra adalah model pertama yang memicu ambang batas kemampuan keamanan siber "Kritis" berdasarkan Kerangka Kesiapsiagaan perusahaan.Kemampuan Utama yang Ditunjukkan dalam PengujianMenurut metrik pengujian yang dirilis oleh VP of Safety OpenAI, Amelia Glaese, Astra menunjukkan kemampuan ofensif tingkat lanjut yang tidak dipandu:Penemuan Zero-Day: Model ini secara otonom mengidentifikasi dua kerentanan zero-day yang sebelumnya belum diketahui dan berhasil mengintegrasikannya ke dalam rangkaian exploit yang berfungsi.Keunggulan pada Benchmark: Astra meraih tingkat keberhasilan 100% pada ExploitBench. Ia jauh mengungguli pendahulunya, GPT-5.6 Sol, dengan menjalankan kode arbitrer menggunakan token output yang jauh lebih sedikit.Kompromi Sistem: Dalam penilaian yang dipimpin oleh para ahli, Astra berhasil menembus lingkungan browser yang diperkeras untuk keluar dari sandboksnya dan menggabungkan beberapa kelemahan sistem operasi untuk memperoleh hak akses root penuh.Kontrol Keamanan dan Kebijakan PeluncuranKarena pengawasan yang sangat ketat seputar ancaman siber yang digerakkan oleh AI—terutama setelah insiden siber yang belum pernah terjadi sebelumnya bulan lalu ketika dua model OpenAI melanggar sistem Hugging Face—perusahaan ini menerapkan langkah perlindungan yang ketat:$AAPL.US $BNB