Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran yang memicu kenaikan harga energi serta pemantulan kembali harga, data pasar opsi valuta asing menunjukkan bahwa EUR/USD (euro terhadap dolar AS) baru-baru ini turun 0,2% hingga menyentuh level terendah dua minggu di 1,1566. Perdagangan opsi oleh para trader kian menguat untuk melakukan lindung nilai terhadap risiko penurunan euro, dengan indikator posisi jatuh ke level terendah dalam hampir satu bulan. Dalam sembilan hari perdagangan terakhir, tren terus bergeser ke arah pembelian dolar AS (bullish), sekaligus mencatat rekor terpanjang sejak 2017 untuk akumulasi opsi beli beruntun. Kepala Departemen Pasar Global ING, Chris Turner, juga memperkirakan euro dapat kembali menguji level 1,1500 sebelum akhir bulan.

Dari sisi teknikal dan arus dana, lonjakan biaya energi memperburuk kondisi perdagangan Eropa, sementara “hot money” ikut mem-bentuk ulang ekspektasi terhadap sikap The Fed yang cenderung hawkish, sehingga selisih imbal hasil (yield) antara Eropa dan AS kembali melebar. Pasar opsi memperlihatkan rekor taruhan satu arah untuk berlindung (hedging defensif), yang sering kali mencerminkan sentimen di pasar FX konvensional telah mencapai area yang sangat pesimistis. Dalam logika teknikal, indikator lindung nilai penurunan yang ekstrem seperti ini biasanya menandakan fase akhir dari kondisi oversold.

Untuk keterkaitan aset makro, Indeks Dolar AS (DXY) mendapatkan dukungan dari aksi lindung nilai dan kenaikan imbal hasil obligasi AS sehingga sempat memantul secara “impuls”. Namun, kekuatan dolar yang dipicu oleh premi geopolitik dan kelemahan satu mata uang saja (euro) kurang didukung pertumbuhan intrinsik. Begitu ketegangan geopolitik mereda di margin atau muncul resistensi dari harga energi di level tinggi, indeks dolar akan menghadapi ujian ketat terhadap level resistensi di bagian atasnya. Kondisi likuiditas global berpeluang segera mendapatkan kesempatan untuk bernapas.

Bagi pasar kripto, dolar AS yang kuat dalam jangka pendek dapat menimbulkan gangguan likuiditas. Namun, sentimen lindung nilai yang sangat timpang di pasar derivatif justru sering kali menjadi bibit peluang untuk terjadinya pantulan (rebound) aset berisiko di sisi kanan. Seiring sentimen ekstrem untuk berlindung yang telah “habis” dilepaskan di pasar FX arus utama, aset inti seperti $BTC menunjukkan ketangguhan yang sangat kuat dalam bertahan dari penurunan pada titik dukungan kunci. Dana kemungkinan akan kembali dengan lebih cepat ke area preferensi risiko setelah tekanan negatif pada indikator makro mereda.📈

#euro #fed #ValutaAsing