Menurut BBC, kapal induk bertenaga nuklir USS Abraham Lincoln telah berlabuh di Thailand setelah menghabiskan rekor 250 hari di laut tanpa singgah di pelabuhan, memberi jeda bagi hampir 5.000 awak kapal. Kapal tersebut berada dekat Pattaya, tempat para pelaku usaha setempat berharap kedatangan ribuan pelaut AS akan meningkatkan pengeluaran setelah perang Iran merugikan sektor pariwisata dan permintaan konsumen. Kapal induk itu berangkat dari San Diego pada November lalu untuk penugasan enam bulan di Pasifik dan Laut Cina Selatan, namun dialihkan ke Teluk setelah operasi militer AS dan Israel terhadap Iran dimulai pada akhir Februari. Angkatan Laut AS mengatakan kondisi kerja di kapal cukup berat, sementara otoritas Thailand telah membatasi akses ke beberapa area kehidupan malam, menurunkan ratusan petugas polisi, dan memperingatkan agar pelaku usaha tidak membebankan biaya berlebihan kepada pengunjung asal Amerika.
