Badan Kejahatan Nasional Inggris (NCA) pada Januari 2025 membekukan sekitar 13,6 juta dolar AS dana yang disimpan di rekening Premier League di Barclays Bank. Dana tersebut adalah pembayaran sponsor yang diberikan oleh game fantasi kripto Sorare kepada Premier League.

Pihak Premier League tidak dituduh melakukan pelanggaran apa pun. NCA terutama mendasarkan tindakannya pada Proceeds of Crime Act, dengan tujuan mencegah selama masa penyelidikan kemungkinan tindak pidana dari pihak ketiga yang terkait dengan dana ini (termasuk kecurigaan terkait perjudian dan pencucian uang) agar tidak dipindahkan. Dengan kata lain, liga olahraga tradisional hanya berperan sebagai penerima dana, namun tetap harus menanggung risiko kepatuhan bahwa akun mereka secara pasif “dikunci”.

Melangkah lebih jauh ke belakang, pada Januari 2023 Sorare dan Premier League menandatangani kontrak sponsor berdurasi empat tahun dengan nilai total sekitar 163 juta dolar AS. Dana yang dibekukan kali ini adalah pembayaran tahap pertama. Ini membuat kerja sama yang semula dipandang sebagai tonggak “kripto memasuki arus utama olahraga” secara tiba-tiba berubah menjadi contoh intervensi regulator.

Bagi industri kripto, kasus ini menjadi pengingat bagi semua proyek yang ingin menjangkau masyarakat melalui sponsor acara olahraga: bukan hanya nilai sponsor yang harus besar, tetapi yang lebih penting adalah sumber dana, model produk, serta apakah ada keterkaitan atau potensi kecurigaan terkait perjudian dan pencucian uang—semua itu akan mendapat sorotan dan pemeriksaan yang lebih ketat. Hal yang patut diamati selanjutnya adalah apakah liga olahraga akan semakin memperketat sikap terhadap sponsor kripto, atau apakah pihak proyek akan secara proaktif membawa kepatuhan lebih ke depan.