Harga obligasi U.S. Treasury melanjutkan penurunan pada perdagangan larut, dengan obligasi berjangka pendek memimpin penurunan dan kurva imbal hasil melandai setelah harga minyak naik di atas $90 per barel untuk pertama kalinya sejak akhir Juli. Menurut Sina Finance, swap indeks semalam juga memperhitungkan lebih banyak kenaikan suku bunga, dengan kenaikan 25 basis poin pada pertemuan Oktober Federal Reserve kini sepenuhnya telah diperhitungkan.

Imbal hasil Treasury berjangka pendek dan menengah naik paling besar setelah pukul 15.00 waktu New York, sementara spread 2s10s dan 5s30s menyempit masing-masing sebesar 0,5 basis poin dan 3 basis poin. Spread kupu-kupu 2s5s30s melebar sekitar 3,5 basis poin dan berakhir mendekati level tertingginya sepanjang hari.

Kontrak berjangka minyak mentah WTI naik sekitar 5,4% pada sekitar pukul 3 sore. Kerugian obligasi Pemerintah AS makin dalam ketika minyak terus menguat, setelah serangan AS terbaru terhadap Iran memicu kekhawatiran tentang gangguan berkepanjangan terhadap pengiriman energi melalui Selat Hormuz.

Di pasar tunai, spread swap ujung panjang menyempit sedikit dan diperkirakan akan mengakhiri rangkaian pelebaran selama tiga sesi. Swap suku bunga ujung depan menunjukkan sekitar 17 basis poin tambahan pengetatan yang diperhitungkan untuk pertemuan kebijakan bulan September, dengan 40 basis poin kenaikan kumulatif yang diperhitungkan untuk tahun tersebut, lebih tinggi daripada penutupan Senin sebesar 38 basis poin.

Pada pukul 4.59 sore Waktu Timur AS, imbal hasil Treasury tenor 2 tahun sebesar 4,3998%, imbal hasil tenor 5 tahun sebesar 4,5551%, imbal hasil tenor 10 tahun sebesar 4,7981%, dan imbal hasil tenor 30 tahun sebesar 5,273%. Selisih imbal hasil tenor 5 tahun dan 30 tahun adalah 71,71 basis poin, sementara selisih imbal hasil tenor 2 tahun dan 10 tahun adalah 39,41 basis poin.