‼️Aku merasa penasaran bagaimana perilaku orang-orang di pasar ini bekerja.
Pertama datang optimisme yang BESAR SEKALI. Lalu, ketika realitas mulai bertentangan dengan narasi, mereka justru mulai menyangkal hal yang paling jelas.
“Ah, tapi sekarang Federal Reserve justru sangat khawatir dengan inflasi.”
Sejak kapan itu tidak lagi?
Kita bicara tentang lembaga yang bertanggung jawab langsung atas kebijakan moneter dan stabilitas harga. Masalahnya bukan menemukan bahwa ada inflasi. Masalahnya adalah mampu mengendalikannya tanpa menimbulkan ketidakseimbangan lain dalam prosesnya.
Warsh punya banyak poin yang sangat positif: pengalaman langsung di dalam Fed, pemahaman tentang pasar, pernah bertugas di Dewan Gubernur saat krisis 2008, serta pandangan kritis tentang kelebihan-kelebihan dalam pengelolaan kebijakan moneter.
Isunya bukan kompetensi.
Isunya adalah memimpin FED menuntut KEHATI-HATIAN dan KREDIBILITAS. Anda tidak bisa menduduki posisi setingkat itu hanya dengan menjual narasi optimistis yang mungkin tidak bisa didukung oleh data.
Silakan mengkritik Powell sepuasnya, tapi salah satu cirinya justru kehati-hatian itu. Bertahun-tahun pengalaman mengajarkan betapa besar bobot yang bisa dimiliki satu kalimat dari presiden Fed terhadap pasar.
Dan sekarang, realitas mulai menagih.
AS menghadapi kombinasi yang jauh dari sederhana: inflasi yang tetap bertahan, tekanan fiskal, utang yang tinggi, suku bunga panjang yang tertekan, serta situasi geopolitik yang mampu mengubah ekspektasi dengan cepat.
Tidak ada presiden Fed yang bisa begitu saja menurunkan suku bunga dan menyelesaikan semuanya. Apalagi janji politik yang bisa mengesampingkan matematika ekonomi.
Pasar tidak dianalisis dengan memilih data yang mendukung apa yang ingin Anda lihat terjadi.
Anda menyilang informasi, memahami konteks, lalu bertanya:
Apa yang bisa DILAKUKAN pasar di tengah kondisi-kondisi ini, bukan apa yang saya ingin agar pasar lakukan?
FOMO bekerja dengan ekspektasi.
ANALISIS BEKERJA DENGAN BUKTI.🥷⚔️
#ThaiTraderOficial
Pertama datang optimisme yang BESAR SEKALI. Lalu, ketika realitas mulai bertentangan dengan narasi, mereka justru mulai menyangkal hal yang paling jelas.
“Ah, tapi sekarang Federal Reserve justru sangat khawatir dengan inflasi.”
Sejak kapan itu tidak lagi?
Kita bicara tentang lembaga yang bertanggung jawab langsung atas kebijakan moneter dan stabilitas harga. Masalahnya bukan menemukan bahwa ada inflasi. Masalahnya adalah mampu mengendalikannya tanpa menimbulkan ketidakseimbangan lain dalam prosesnya.
Warsh punya banyak poin yang sangat positif: pengalaman langsung di dalam Fed, pemahaman tentang pasar, pernah bertugas di Dewan Gubernur saat krisis 2008, serta pandangan kritis tentang kelebihan-kelebihan dalam pengelolaan kebijakan moneter.
Isunya bukan kompetensi.
Isunya adalah memimpin FED menuntut KEHATI-HATIAN dan KREDIBILITAS. Anda tidak bisa menduduki posisi setingkat itu hanya dengan menjual narasi optimistis yang mungkin tidak bisa didukung oleh data.
Silakan mengkritik Powell sepuasnya, tapi salah satu cirinya justru kehati-hatian itu. Bertahun-tahun pengalaman mengajarkan betapa besar bobot yang bisa dimiliki satu kalimat dari presiden Fed terhadap pasar.
Dan sekarang, realitas mulai menagih.
AS menghadapi kombinasi yang jauh dari sederhana: inflasi yang tetap bertahan, tekanan fiskal, utang yang tinggi, suku bunga panjang yang tertekan, serta situasi geopolitik yang mampu mengubah ekspektasi dengan cepat.
Tidak ada presiden Fed yang bisa begitu saja menurunkan suku bunga dan menyelesaikan semuanya. Apalagi janji politik yang bisa mengesampingkan matematika ekonomi.
Pasar tidak dianalisis dengan memilih data yang mendukung apa yang ingin Anda lihat terjadi.
Anda menyilang informasi, memahami konteks, lalu bertanya:
Apa yang bisa DILAKUKAN pasar di tengah kondisi-kondisi ini, bukan apa yang saya ingin agar pasar lakukan?
FOMO bekerja dengan ekspektasi.
ANALISIS BEKERJA DENGAN BUKTI.🥷⚔️
#ThaiTraderOficial