📢 Saham AS pada September “pintu terbuka berwarna hitam”: harga minyak dan imbal hasil obligasi AS sama-sama naik, aset berisiko tertekan
Pada 1 September, hari perdagangan pertama pada bulan September, tiga indeks saham AS dibuka lebih rendah secara serentak. Dow Jones turun 0,64%, S&P 500 turun 0,71%, Nasdaq turun 1,31%, dan indeks semikonduktor Philadelphia sempat turun lebih dari 3%. Intel dan Qualcomm turun mendekati 3%, AMD dan Meta turun lebih dari 2%, sementara Tesla, Alibaba, dan Nvidia turun mendekati 2%. $NVDAB $TSLAB
Faktor inti yang menekan pasar adalah harga minyak dan imbal hasil obligasi global yang bergerak naik secara bersamaan. Minyak mentah Brent menembus US$92 per barel pada perdagangan siang, memicu kekhawatiran bahwa situasi di Timur Tengah dan gangguan pengiriman di Selat Hormuz akan mendorong harga energi dan inflasi, serta makin memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Fed. Saat ini, CME “FedWatch” menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan September menjadi 3,75%-4,00% telah meningkat menjadi 66%.
Analis strategi teknikal Bank of America Paul Ciana mengatakan bahwa kenaikan S&P 500 yang dimulai dengan penembusan ke atas pada bulan Agustus masih tetap utuh, namun dengan syarat level 7500 poin dapat dipertahankan. Sementara itu, RSI dan MACD sama-sama belum mengonfirmasi puncak harga terbaru, yang menunjukkan momentum kenaikan sedang melemah. Ciana menambahkan bahwa tekanan musiman yang menjadi angin berlawanan, ketidakpastian pemilu, serta kenaikan imbal hasil obligasi AS di bagian depan kurva sedang membuat pasar menghadapi tantangan yang lebih besar; naiknya imbal hasil meningkatkan risiko pasar saham memasuki fase konsolidasi, bukan melaju lebih kencang.
Penasihat strategi Miller Tabak Matt Maley juga mengingatkan bahwa sebelumnya pasar saham mampu mengabaikan kenaikan imbal hasil, tetapi itu tidak berarti tekanan dari imbal hasil tinggi tidak akan akhirnya muncul. Sementara itu, analis JPMorgan berpendapat kenaikan imbal hasil tidak harus menjadi penghalang yang tidak bisa dilewati bagi pasar banteng, karena bisa jadi mencerminkan dorongan aktivitas ekonomi yang lebih kuat.