Berdasarkan data dari Defillama:

Dalam 24 jam terakhir, pendapatan biaya (fee) Robinhood Chain yang menempati peringkat ke-12 telah melampaui 2 juta dolar AS. Di bagian pendapatan biaya ini, sektor blockchain layer publik kini sudah menjadi No.1 di industri!

Hulu dan hilirnya: saham Hood, teknologi dasar Arbitrum, Pons, ekosistem Uniswap, dan lain-lain—semuanya telah tercermin dalam harga di papan perdagangan!$ARB $UNI
Faktor kunci yang memicu meledaknya antusiasme untuk Robinhood Chain kali ini:
1. Robinhood Chain beserta ekosistem intinya, Pons V2, sedang mematahkan keterbatasan tradisional penerbitan koin Meme yang hanya menjadikan ETH, SOL, atau stablecoin sebagai imbalan (keterbalasan). Dengan inovasi, mereka memperkenalkan saham AS yang ditokenisasi (misalnya token NVDA) sebagai imbalan likuiditas untuk kumpulan Meme (Meme pool).

Mekanisme ini menghubungkan penerbitan Meme, aset RWA saham AS, dan kedalaman likuiditas Uniswap: saat pengguna membeli dan menjual koin Meme spekulatif, volume transaksi dan nilai terkunci (TVL) token saham AS di on-chain akan otomatis terdorong, sehingga berhasil mengubah arus spekulasi Meme murni menjadi likuiditas on-chain dari aset saham AS yang nyata.
2. Kolam lalu lintas besar bawaan Robinhood dan sentimen kebijakan positif Dividen pengguna saham AS dan Web2: Sebagai perusahaan sekuritas lama di Amerika Utara, Robinhood memiliki basis tiga puluh juta investor ritel. Infrastruktur on-chain yang mereka luncurkan secara alami membawa ekspektasi masuknya investor ritel.
‼️Peringatan risiko:
Ledakan Robinhood Chain saat ini mengandung premi sentimen awal dan nuansa spekulasi jangka pendek yang jelas. Banyak proyek menerbitkan token secara tergesa-gesa, dan kontraknya tidak memiliki audit keamanan; apakah popularitasnya dapat bertransformasi dari sekadar spekulasi Meme menjadi kebutuhan jangka panjang untuk pinjaman, pembayaran, dan pengelolaan aset yang sesungguhnya, masih perlu diuji oleh pasar.
