Apa, kamu tidak bisa trading jangka pendek?
Itu berarti kamu harus belajar dulu analisis dasar trading jangka pendek (price action, volume-price, naked K-line, dan garis tren)
Saya analisis BTC mulai dari timeframe 1 jam. Dengan menggabungkan moving average dan price action untuk memantau, kamu akan bisa melihat dan memahami kondisi pasar saat ini dengan jelas.
Moving average untuk melihat tren: MA 120, garis bullish-bearish, dan flat/menyamping—itu menunjukkan bahwa saat ini pasar sedang dalam fase ranging/bergelombang (sideways). Strateginya: saat harga naik lakukan short, saat harga turun lakukan long. Untuk trading jangka pendek, kamu bisa menggambar range.
Titik pada timeframe 1 jam bisa dipakai untuk melihat high dan low, yaitu membuat garis support-resistance agar bisa dijadikan referensi. Tentu saja, kamu tidak boleh hanya melihat satu garis untuk menentukan long atau short; kamu harus menguasai interpretasi market dari volume dan harga untuk memahami kondisi multi pihak (buyer vs seller).
Misalnya, maksud yang saya sampaikan lewat gambar di layar: candle K di dalam kotak hitam adalah fase konsolidasi—berfluktuasi ke atas dan ke bawah. Bagian atas adalah tekanan (resistance), bagian bawah adalah penopang (support). Ketika harga menyentuh bagian bawah dan muncul wick/pin (jarum) ke bawah, itu membuktikan bahwa buyer (bull) mulai menyerap/menahan. Jika kamu masih melakukan short, itu tidak tepat. Cari kesempatan untuk long. Ini adalah cara mengambil posisi dari sudut pandang trading jangka pendek—pengetahuan teknis dasar ini sangat diperlukan.
Semoga kalian dapat lebih banyak untung USDT$BTC