Harga rumah di Sydney telah turun sekitar 7% dari puncak pada Februari, sementara 93% wilayah pinggiran kota (suburbs) di seluruh ibu kota Australia juga mengalami penurunan harga, menurut ETNet. Penurunan ini dipicu oleh kenaikan suku bunga hipotek dan pengetatan keringanan pajak untuk properti investasi dalam anggaran pemerintah.
Kemerosotan sektor perumahan mulai berdampak pada bank-bank besar Australia, dengan pengajuan hipotek turun hingga 20% sejak anggaran diumumkan. Pengembang Sydney, Bathla Group, masuk ke administrasi sukarela pekan lalu dengan utang sebesar A$3,3 miliar, atau $2,4 miliar, sehingga memunculkan kekhawatiran bahwa lebih banyak pengembang bisa ikut mendapat tekanan.
Keterjangkauan juga menambah tekanan pada pemerintah Australia. Data Demographia tahun 2024 menunjukkan harga rumah rata-rata Sydney hampir 14 kali pendapatan tahunan disposabel penduduknya, menjadikannya peringkat kedua setelah Hong Kong di antara kota-kota global. Cotality mengatakan harga rumah di Australia telah naik sekitar 67% selama dekade terakhir, sementara harga di Brisbane, Adelaide, dan Perth telah lebih dari dua kali lipat.
