Menurut Jin10, Presiden Iran Pezeshkian mengatakan pada KTT Bishkek bahwa setelah sekitar tiga bulan pembicaraan, yang dimediasi oleh Pakistan dan Qatar, Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan pada 28 Juni yang disebut Memorandum Kesepahaman Islamabad. Ia mengatakan komitmen AS terhadap memorandum itu runtuh kurang dari dua minggu setelah presiden AS menandatanganinya, dan bahwa keserakahan serta perilaku yang tidak dapat dipercaya telah berlanjut sejak saat itu. Pezeshkian mengatakan Iran telah menanggapi pelanggaran komitmen tersebut oleh AS, tetapi menambahkan bahwa jika Amerika Serikat memulihkan komitmennya terhadap memorandum itu, Iran akan segera mengambil tindakan balasan. Ia juga mengatakan bahwa, tidak seperti Amerika Serikat, Iran memiliki sejarah yang gemilang dalam memenuhi kewajiban dan perjanjian internasional serta selalu mengikuti prinsip-prinsip dasar hukum internasional.
