Bank for International Settlements (BIS) memperingatkan pada 28 Agustus bahwa stablecoin dapat membuat biaya pinjaman menjadi lebih mahal saat bank memperluas ekspansi ke uang digital. Menurut BeInCrypto, ia mengatakan pertumbuhan stablecoin dapat menekan basis simpanan bank dan memaksa bank untuk memperkenalkan produk baru, sementara peneliti Federal Reserve memandang token tersebut sebagai pesaing potensial bagi rekening transaksi tradisional.

Artikel tersebut juga mengutip upaya bank dan industri, termasuk JPM Coin milik J.P. Morgan, CoinVertible dari Société Générale-FORGE, serta stablecoin euro yang direncanakan oleh Qivalis.