Emas melanjutkan penurunannya pada hari perdagangan terakhir bulan Agustus setelah harga emas spot turun lebih dari 3% pada sesi sebelumnya — penurunan satu hari terbesar sejak 10 Juni.

Menurut Odaily, aksi jual terjadi setelah sinyal-sinyal hawkish dari Ketua The Fed Kevin Warsh, sementara suku bunga yang meningkat dan imbal hasil Treasury menantang ekspektasi terhadap dolar AS yang lebih lemah.

Sementara itu, harga minyak yang lebih tinggi menambah tekanan inflasi, yang dapat membuat The Federal Reserve tetap berhati-hati terhadap pemotongan suku bunga atau bahkan meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Namun, meningkatnya utang AS, melebaranya defisit fiskal, dan kemungkinan intervensi pasar Treasury dapat terus menopang emas dalam jangka panjang. 👀

Tekanan jangka pendek, tetapi dukungan jangka panjang tetap kuat.