Harga Minyak Loncat Saat Risiko Hormuz Makin Menggema Kembali šŸ›¢ļø

Harga minyak melonjak lebih dari 3% pada Senin setelah Amerika Serikat menyerang target-target Iran di dekat Selat Hormuz dan Iran membalas, sehingga kembali memicu kekhawatiran akan gangguan lebih luas terhadap pasokan energi global.$CL
Minyak mentah Brent naik melewati $90 per barel setelah para pedagang bereaksi terhadap eskalasi militer yang kembali memanas. Selat Hormuz sangat penting bagi pasar minyak, dengan porsi besar pengiriman minyak mentah global secara historis melewati jalur perairan tersebut.

Waktunya sangat krusial karena pasar minyak sebelumnya mulai mereda ketika para pedagang berharap kondisi pengiriman akan membaik. Serangan terbaru mendorong optimisme itu ke pinggir dan mengembalikan premi risiko pasokan ke dalam harga minyak mentah.

Harga minyak yang lebih tinggi juga menciptakan masalah baru bagi bank sentral. Biaya energi yang meningkat dapat langsung mendorong inflasi, sementara pasar juga sudah menaikkan ekspektasi bahwa Federal Reserve bisa menaikkan suku bunga pada September daripada memotongnya.

Bagi investor, ini sekarang lebih besar daripada sekadar perdagangan minyak. Jika konflik terus mengancam arus energi, harga minyak mentah yang lebih tinggi dapat sekaligus membebani saham, obligasi, dan mata uang. Selat Hormuz sekali lagi menjadi titik tekanan geopolitik terbesar di pasar. āš ļø$BZ