Bitcoin Turun Di Bawah $80K karena Ketegangan AS–Iran Menekan Risk Appetite

Bitcoin sempat turun di bawah $80.000 setelah eskalasi militer AS–Iran kembali meningkat memicu aksi risk-off baru di seluruh pasar global.

BTC turun lebih dari 2% ke sekitar $79.497 sementara ETH dan XRP juga ikut melemah. Pergerakan ini terjadi setelah Bitcoin baru saja berhasil merebut kembali level $81.000.

Kekhawatiran segera adalah minyak.

Serangan AS yang diperbarui terhadap target militer Iran dan meningkatnya ketegangan di sekitar Selat Hormuz mendorong harga minyak naik karena pasar menilai risiko gangguan pasokan.

Hal ini penting untuk Bitcoin karena harga minyak yang lebih tinggi dapat meningkatkan ekspektasi inflasi, sehingga berpotensi mengurangi ruang Bank Sentral AS (Federal Reserve) untuk melonggarkan kebijakan.

Karena itu, pasar sedang mematok rangkaian reaksi berantai:

Eskalasi Iran → minyak lebih tinggi → tekanan inflasi → ekspektasi Fed yang lebih ketat → dolar/yield riil menguat → aset berisiko melemah.

Bitcoin juga masih berperilaku lebih seperti aset ber-beta tinggi daripada sebagai safe haven tradisional saat terjadi guncangan geopolitik.

Pertanyaan kuncinya sekarang: apakah ini menjadi aksi jual sementara lainnya atau guncangan makro yang berkepanjangan.

Perhatikan support di $79K–$80K, resistance di $81K, harga minyak, perkembangan Hormuz, komunikasi Fed, serta arus dana Bitcoin ETF.

Jika ketegangan mereda dan minyak stabil, BTC bisa memantul dengan cepat.

Jika konflik meningkat, ketakutan inflasi yang persisten bisa membuat Bitcoin tetap di bawah $81K.

Perang ini menciptakan headline.

Minyak bisa menentukan langkah Bitcoin berikutnya.