Tidak ada satu alasan ajaib di sini. Ini hanya kebetulan beberapa faktor terjadi bersamaan.
Pertama. Setelah lonjakan kuat, $BTC sempat mencapai $81.400, tetapi tidak berhasil bertahan di atasnya. Di area $80.000-81.500 terdapat likuiditas besar; setelah likuiditas tersebut dihapus, mulai terjadi aksi ambil untung (profit taking).
Kedua. Ketua The Fed Kevin Warsh pada Jumat lalu kembali menekankan tingginya inflasi dan kesiapan untuk memperketat kebijakan. Peluang kenaikan suku bunga sudah naik menjadi sekitar 57% pada bulan September, sementara imbal hasil obligasi tenor dua tahun naik hingga 4,34%.
Bagi kripto, ini adalah kombinasi yang tidak menyenangkan: uang menjadi lebih mahal, imbal hasil meningkat, dan keinginan untuk memegang aset berisiko berkurang.
Ketiga. Dalam akhir pekan, situasi kembali memburuk antara AS dan Iran. AS melancarkan serangan terhadap fasilitas Iran di sekitar Selat Hormuz, dan Iran membalas dengan serangan terhadap pasukan AS.
Di tengah situasi ini, harga minyak naik sekitar 3%. Dan minyak yang mahal berarti risiko inflasi baru serta tambahan argumen untuk The Fed yang lebih ketat.
Keempat. Data dari Tiongkok ternyata tidak jelas. Indeks manufaktur naik menjadi 49,8, tetapi masih di bawah 50, artinya sektor tersebut terus menyusut. Sektor jasa tetap berada pada level yang lemah, 49,0.
Kelima. Semua ini terjadi pada akhir pekan dan malam hari, ketika likuiditas lebih rendah. Jadi, penetapan keuntungan (profit taking) yang biasa cukup cepat berubah menjadi pergerakan menuju $77 000.
Artinya, ini bukan akhir pasar yang tiba-tiba dan bukan juga manipulasi misterius. Untuk saat ini, ini adalah koreksi yang masuk akal setelah kenaikan kuat di tengah memburuknya kondisi makroekonomi dan latar belakang geopolitik.
