Klaim terbaru Schiff layak dibongkar karena sebenarnya berisi tiga klaim terpisah yang ditumpuk menjadi satu, dan semuanya tidak berdiri dengan cara yang sama.
Pemicunya adalah perbandingan dari analis kripto Quinten Francois, yang menyoroti bahwa pasar emas kira-kira 20 kali lebih besar daripada bitcoin, saham sekitar 100 kali lebih besar, dan properti lebih dari 250 kali lebih besar—secara implisit memposisikan bitcoin masih punya ruang untuk tumbuh hingga kategori-kategori tersebut. Respons Schiff tegas: bitcoin bukan aset riil, jadi nilainya tidak punya hubungan apa pun dengan emas, saham, atau properti. Itu klaim definisional, bukan benar-benar sebuah argumen—ia menyatakan bahwa bitcoin tidak seharusnya dimasukkan dalam perbandingan ketimbang menjelaskan mengapa rasio kapitalisasi pasar itu sendiri tidak berarti.
Argumen lindung nilai terhadap inflasinya lebih substansial. Ia mengatakan secara langsung bahwa ia tidak menganggap bitcoin sebagai lindung nilai inflasi, dan bahwa orang-orang yang percaya sebaliknya keliru, sehingga ia mengarahkan investor ke emas dan perak. Ini posisi yang dapat diuji: korelasi bitcoin dengan data inflasi memang secara historis tidak konsisten, berbeda dengan rekam jejak emas yang lebih panjang dalam peran tersebut. Orang yang masuk akal bisa berbeda pendapat di sini—ini bukan pandangan pinggiran, bahkan di kalangan pemegang bitcoin.
Yang lebih sulit diterima begitu saja adalah tanggapannya saat ditanya tentang ketinggalan reli bitcoin. Ia mengatakan selama lima tahun terakhir ia justru lebih baik tanpa memilikinya, dan menyebut para pemegang yang tidak menjual sebagai pihak yang membiarkan uang di atas meja. Argumen itu hanya bekerja jika Anda sudah lebih dulu mengasumsikan harga pada akhirnya akan turun menjadi nol. Jika tidak, tidak menjual aset yang sedang menguat bukanlah membiarkan uang di atas meja—itu artinya posisinya berjalan.
Ia juga berpendapat bahwa AI adalah ancaman bagi bitcoin, bukan tren yang saling melengkapi—kebalikan dari cara sebagian pendukung bitcoin membingkainya. Perlu dicatat, meski begitu, artikel tersebut tidak menguraikan alasan detailnya.
$BTC #BitcoinSpotETFEnds9DayInflowStreak
Pemicunya adalah perbandingan dari analis kripto Quinten Francois, yang menyoroti bahwa pasar emas kira-kira 20 kali lebih besar daripada bitcoin, saham sekitar 100 kali lebih besar, dan properti lebih dari 250 kali lebih besar—secara implisit memposisikan bitcoin masih punya ruang untuk tumbuh hingga kategori-kategori tersebut. Respons Schiff tegas: bitcoin bukan aset riil, jadi nilainya tidak punya hubungan apa pun dengan emas, saham, atau properti. Itu klaim definisional, bukan benar-benar sebuah argumen—ia menyatakan bahwa bitcoin tidak seharusnya dimasukkan dalam perbandingan ketimbang menjelaskan mengapa rasio kapitalisasi pasar itu sendiri tidak berarti.
Argumen lindung nilai terhadap inflasinya lebih substansial. Ia mengatakan secara langsung bahwa ia tidak menganggap bitcoin sebagai lindung nilai inflasi, dan bahwa orang-orang yang percaya sebaliknya keliru, sehingga ia mengarahkan investor ke emas dan perak. Ini posisi yang dapat diuji: korelasi bitcoin dengan data inflasi memang secara historis tidak konsisten, berbeda dengan rekam jejak emas yang lebih panjang dalam peran tersebut. Orang yang masuk akal bisa berbeda pendapat di sini—ini bukan pandangan pinggiran, bahkan di kalangan pemegang bitcoin.
Yang lebih sulit diterima begitu saja adalah tanggapannya saat ditanya tentang ketinggalan reli bitcoin. Ia mengatakan selama lima tahun terakhir ia justru lebih baik tanpa memilikinya, dan menyebut para pemegang yang tidak menjual sebagai pihak yang membiarkan uang di atas meja. Argumen itu hanya bekerja jika Anda sudah lebih dulu mengasumsikan harga pada akhirnya akan turun menjadi nol. Jika tidak, tidak menjual aset yang sedang menguat bukanlah membiarkan uang di atas meja—itu artinya posisinya berjalan.
Ia juga berpendapat bahwa AI adalah ancaman bagi bitcoin, bukan tren yang saling melengkapi—kebalikan dari cara sebagian pendukung bitcoin membingkainya. Perlu dicatat, meski begitu, artikel tersebut tidak menguraikan alasan detailnya.
$BTC #BitcoinSpotETFEnds9DayInflowStreak
