Belakangan ini saya terus memantau dinamika tata kelola Solana, dan kali ini pengesahan proposal "pengurangan inflasi ganda" memang layak untuk dibahas. Proposal tersebut lolos dengan cara yang cukup mendebarkan; posisi voting Kraken sempat hampir membuat seluruh proposal gagal, yang menunjukkan betapa dalamnya perpecahan di dalam komunitas.

Setelah proposal disahkan, jumlah emisi baru $SOL akan berkurang, yang jelas merupakan kabar baik dari sisi penawaran bagi para pemegang token. Emisi berkurang, sehingga secara teori tekanan jual bisa mereda, dan ekspektasi pasar terhadap SOL untuk jangka menengah-panjang pun menjadi lebih positif; harga juga cenderung menguat dalam waktu dekat.

Namun menurut saya, tidak boleh hanya melihat dari permukaannya. Perlu diperhatikan bahwa langkah pemusnahan biaya pendukung tidak disetujui. Artinya, penyesuaian model ekonomi token sebenarnya baru selesai separuh. Dengan demikian, kekuatan pengetatan pasokan menjadi lebih lemah, dan efek deflasi mungkin tidak akan mencapai tingkat yang diharapkan oleh sebagian orang.

Menurut saya, hasil voting kali ini seperti pedang bermata dua. Di satu sisi, pengurangan penerbitan benar-benar mengirimkan sinyal bahwa komunitas ingin mengoptimalkan ekonomi token. Di sisi lain, proses voting yang alot dan kegagalan pemusnahan biaya justru mengungkap bahwa komunitas belum membentuk konsensus yang benar-benar solid mengenai model ekonomi SOL.

Dalam jangka pendek, kabar baik dari sisi penawaran mungkin masih bisa menopang kinerja harga SOL. Tetapi apakah tren kenaikan bisa bertahan dalam jangka menengah-panjang, kuncinya tetap pada apakah komunitas mampu mencapai konsensus yang lebih luas mengenai model ekonomi token. Jika perbedaan pendapat terus berlanjut, perang tarik-menarik tata kelola seperti ini mungkin akan terulang lagi. Pada saat itu, tinggal dipertanyakan seberapa banyak kesabaran pasar yang tersisa.