Sebelumnya banyak orang mengeluhkan bahwa likuiditas Predict tidak sebaik Polymarket—ini bukan hitam-menyudutkan, ini fakta.
Postingan Ahong ini bisa dibilang respons positif—dalam sebulan terakhir dia membahas belasan institusi sebagai market maker, dan sebagian besar yang namanya cukup dikenal di dunia crypto ada di sana.
Kenapa hal ini penting?
Bagi pengguna pasar prediksi, yang paling terasa secara langsung bukan UI, bukan juga kolam hadiah acara, melainkan tiga hal ini:
Saat ingin masuk, apakah ada order lawan (counter order),
Saat ingin keluar, apakah akan dimakan slippage,
Dan apakah harga di order book benar-benar mencerminkan konsensus pasar.
Kalau tiga hal ini tidak dilakukan dengan baik, pengguna hanya akan coba beberapa kali lalu tidak kembali.
Perasaan saya sendiri akhir-akhir ini sangat jelas—saat membuka order book untuk $BTC naik-turun, sekarang bukan lagi “cek dulu apakah ada volume baru memutuskan mau pasang order atau tidak”.
Kalau order book ada, volumenya ada, dan selisih (bid-ask spread) ditekan sampai 1¢—itulah wujud pasar yang memang layak untuk trading dengan serius.
Tentu saja, market BTC yang makin tebal tidak berarti semua platform jadi baik. Untuk esport, olahraga, dan event-event ekor panjang, kedalaman order book masih urusan yang berbeda.
Tapi arahnya sudah benar.
Likuiditas bukan sekadar bahasa promosi; itu alasan apakah pengguna mau benar-benar menaruh uang dolar berikutnya ke dalamnya.
Jalan ini baru mulai, dan baru mulai terlihat seperti ada wujudnya.
Postingan Ahong ini bisa dibilang respons positif—dalam sebulan terakhir dia membahas belasan institusi sebagai market maker, dan sebagian besar yang namanya cukup dikenal di dunia crypto ada di sana.
Kenapa hal ini penting?
Bagi pengguna pasar prediksi, yang paling terasa secara langsung bukan UI, bukan juga kolam hadiah acara, melainkan tiga hal ini:
Saat ingin masuk, apakah ada order lawan (counter order),
Saat ingin keluar, apakah akan dimakan slippage,
Dan apakah harga di order book benar-benar mencerminkan konsensus pasar.
Kalau tiga hal ini tidak dilakukan dengan baik, pengguna hanya akan coba beberapa kali lalu tidak kembali.
Perasaan saya sendiri akhir-akhir ini sangat jelas—saat membuka order book untuk $BTC naik-turun, sekarang bukan lagi “cek dulu apakah ada volume baru memutuskan mau pasang order atau tidak”.
Kalau order book ada, volumenya ada, dan selisih (bid-ask spread) ditekan sampai 1¢—itulah wujud pasar yang memang layak untuk trading dengan serius.
Tentu saja, market BTC yang makin tebal tidak berarti semua platform jadi baik. Untuk esport, olahraga, dan event-event ekor panjang, kedalaman order book masih urusan yang berbeda.
Tapi arahnya sudah benar.
Likuiditas bukan sekadar bahasa promosi; itu alasan apakah pengguna mau benar-benar menaruh uang dolar berikutnya ke dalamnya.
Jalan ini baru mulai, dan baru mulai terlihat seperti ada wujudnya.
