Perdagangan paling jelas dalam AI adalah chip. Thiel Macro baru saja mengajukan dokumen yang menyatakan bahwa perdagangan yang jelas itu bukan di mana letak kemacetan (bottleneck) utamanya.

Dana tersebut melaporkan nol kepemilikan saham AS (long) selama dua kuartal berturut-turut—periode yang berakhir pada Desember 2025 dan Maret 2026. Lalu kembali dengan nilai $418,7 juta untuk delapan nama. Tujuh di antaranya adalah sektor energi.

Vista Energy, yang mengembangkan shale Vaca Muerta di Argentina. Vistra, produsen listrik merchant. Empat perusahaan utilitas yang teregulasi—American Electric Power, DTE, FirstEnergy, CMS—masing-masing sekitar $40 juta, masing-masing kira-kira 10% dari portofolio. Ada pula permainan kecil di nuklir pada X-Energy, yang IPO pada April. Satu saham teknologi: Amazon senilai $118 juta.

Pembacaan umum: Thiel menjual posisi Nvidia senilai $85 juta pada Q3 2025, tepat saat debat tentang gelembung AI mulai ramai, kemudian menghilang. Bagian yang sering dilewatkan: ketika ia kembali, ia tidak berputar ke nama AI lain. Ia membeli listrik yang dipakai pusat data.

Sekitar 72% portofolio berada di perusahaan yang menghasilkan listrik, menyalurkannya, atau memasok bahan bakarnya. Penyebarannya juga penting. Ini bukan taruhan terkonsentrasi pada satu pembangkit yang sedang panas—melainkan seluruh rantainya. Bahan bakar, pembangkit, dan kabel. Empat utilitas teregulasi dengan bobot yang sama adalah taruhan bahwa meningkatnya permintaan mengangkat bagian-bagian grid yang membosankan, bukan hanya nama-nama yang mencolok.

Catatan: 13F adalah snapshot berusia 45 hari. Ia tidak mencakup short, futures, kas. $419 juta hanyalah porsi yang relatif kecil dari kekayaan bersih Thiel, dan saat ini ia bisa saja sudah diposisikan berbeda. Tapi polanya spesifik: jual chip, beli listrik. Jika bottleneck AI bergeser dari komputasi ke kelistrikan, siapa lagi yang posisinya keliru?