Saat saya membaca dokumen TermMax, ada satu detail yang membuat saya terdiam—mereka memisahkan “agunan” dan “utang” ke dalam dua token yang berbeda. Bagian FT mengelola utang, sementara bagian GT mengelola agunan; masing-masing berjalan sesuai logikanya sendiri, lalu pada saat jatuh tempo keduanya digabung untuk diselesaikan.
Ini sangat berbeda dari model pinjaman tradisional. Dulu, ketika Anda meminjam sejumlah dana di Aave, agunan dan utang Anda terikat menjadi satu—kalau terjadi likuidasi, seluruh posisi meledak sekaligus. TermMax memecah kedua hal ini: Anda memegang GT, lalu bisa mengelola agunannya secara terpisah, atau menjual GT untuk memindahkan/menyetel leverage, bahkan menggunakannya sebagai agunan untuk kebutuhan lain.
Waktu itu saya berpikir, apa ini tidak terlalu rumit?
Kemudian saya mencobanya dengan dana kecil. Aset agunan masuk ke pool, sistem mencocokkan kebutuhan pinjaman berdasarkan rasio agunan dan suku bunga saat ini, lalu menghasilkan FT yang sesuai. Setelah itu, saya menjual FT dengan harga diskon untuk mendapatkan pinjaman. Prosesnya sebenarnya tidak banyak menambah langkah, tapi likuiditasnya jauh lebih fleksibel—saya tidak perlu menutup seluruh posisi hanya untuk menyesuaikan leverage. GT bisa diperlakukan sendiri; ini memberi jalur tambahan ketika kondisi pasar berubah secara mendadak.
Risikonya adalah Anda perlu memahami lapisan hal yang lebih banyak. Logika pinjaman tradisional adalah satu-ke-satu; di TermMax, utang dan agunan bisa dipisahkan (decoupled)—uang yang Anda pinjam dan aset Anda tidak harus terikat sepenuhnya. Terdengar seperti menambah kompleksitas, tetapi pada praktiknya justru lebih mendekati logika keuangan yang nyata: leverage adalah leverage, aset adalah aset, suku bunga adalah suku bunga—dipisahkan supaya masing-masing bisa diberi harga secara terpisah.
Tentu, biaya dari fixed interest adalah ketika Anda ingin keluar di tengah jalan, Anda hanya bisa menjual FT di pasar sekunder; harganya akan berfluktuasi mengikuti sisa tenor dan suku bunga pasar. Saya sudah mencobanya: jika suku bunga pasar turun, FT Anda akan diperdagangkan dengan premium di pasar sekunder; sebaliknya, jika suku bunga pasar naik, FT akan diperdagangkan dengan diskon—mirip logika menjual obligasi di pasar keuangan tradisional. Ini berarti Anda perlu punya perkiraan dasar tentang pergerakan suku bunga, tidak bisa sepenuhnya “tidur dan santai” seperti menaruh dana deposito berjangka.
Secara keseluruhan, rancangan TermMax ini bukan tipe yang “sekali pakai langsung jadi”; Anda perlu waktu untuk memahami cara kerjanya. Tapi setelah paham, Anda akan melihat bahwa ia memberi ruang operasional yang lebih banyak dibanding protokol pinjaman tradisional. Menurut saya itu sepadan, tapi saya tahu tidak semua orang bersedia menghabiskan waktu untuk mempelajarinya.
#termmax @TermMax