Yen turun menembus 160, peringatan likuiditas pasar kripto pun berbunyi

Nilai tukar yen terhadap dolar AS menembus level 160, mencatat level terendah dalam satu bulan, dan menghapus sebagian besar kenaikan yang sebelumnya dipicu oleh intervensi gabungan AS-Jepang. Dana lindung nilai (hedge fund) terus menambah posisi short terhadap yen, sehingga menimbulkan potensi risiko bagi pasar kripto.

Ketua The Fed, Wos, mengirim sinyal bernada hawkish. Probabilitas kenaikan suku bunga pada bulan September naik menjadi 50%, sementara dolar AS terus menguat dan secara berkelanjutan menarik likuiditas dari pasar kripto.

Risiko sesungguhnya berasal dari penutupan (clawback) perdagangan carry trade yen. Sebagian besar dana di pasar meminjam yen dengan biaya rendah untuk mengalokasikan aset berimbal hasil tinggi seperti Bitcoin. Jika nilai tukar yen terus berada di atas 160, intervensi oleh Bank of Japan atau dimulainya kenaikan suku bunga dapat membuat yen menguat dengan cepat. Hal itu berpotensi memicu penutupan carry trade secara terkonsentrasi, yang kemudian mendorong penjualan aset kripto untuk menutup kembali posisi yen.

Ada preseden historis: pada Juli 2024, gelombang penutupan serupa menyebabkan Bitcoin anjlok sekitar 25% dalam satu minggu. Saat ini, posisi leverage pasar berada pada level tinggi; kemungkinan skenario serupa terulang perlu mendapat perhatian.

160 telah menjadi garis peringatan likuiditas penting bagi pasar kripto. Rapat kebijakan moneter Bank of Japan pada bulan September semakin dekat, dan perkiraan pasar terhadap probabilitas kenaikan suku bunga mencapai 80%. Apakah Bitcoin mampu bertahan menghadapi guncangan eksternal yang ditimbulkan oleh yen akan secara langsung menentukan arah pergerakan pasar pada paruh kedua kuartal ketiga.

Perubahan kurs dolar AS dan yen telah sangat terkait dengan pergerakan di dunia kripto; fluktuasi di level makro akan dengan cepat merembet ke tampilan pasar kripto