OI Semakin cepat naik, semakin dulu harus melihat pintu keluar (retret)

12 jam terakhir, yang lebih saya perhatikan bukan harga itu sendiri, melainkan fakta bahwa open interest (OI) kontrak terangkat dengan cepat.

Banyak orang saat melihat OI naik, reaksi pertama adalah: pergerakan harga akan terjadi, segera cari arahnya.

Namun bagian yang benar-benar berbahaya dalam kontrak adalah ketika semua orang memikirkan hal yang sama pada saat yang bersamaan: ingin masuk, ingin menambah posisi, ingin stop-loss, dan ingin menutup posisi.

Penentuan arah hanya menentukan kamu berdiri di sisi mana, sedangkan kondisi eksekusi menentukan apakah kamu bisa masuk pada harga yang kamu inginkan—dan apakah kamu bisa keluar dengan “bermartabat” saat harga berbalik (rebound).

Untuk pasangan trading yang sama, di venue yang berbeda, ketebalan order book, funding rate, biaya makan order, slippage, mark price, dan potensi buffer sebelum likuidasi bisa sepenuhnya berbeda. Kamu melihat BTC atau ETH yang sama, tetapi sebenarnya kamu bertransaksi dalam dua lingkungan risiko yang sama sekali berbeda.

Jadi sekarang saya semakin tidak setuju dengan kebiasaan “sudah tetap di mana buka, ya di situ juga”. Trading kontrak bukanlah ujian loyalitas; setiap order harus dimulai dengan bertanya: apakah di sini cukup dalam (liquidity)? apakah funding rate sudah mulai condong? setelah stop-loss tersentuh, apakah slippage akan mengubah rugi kecil menjadi rugi besar?

PerpEX/perp agregator seperti Perpex/PerpEX, nilai sesungguhnya bukan menambah satu tombol untuk membuka posisi, melainkan membuat perbandingan lebih dulu: pilih aset terlebih dahulu, lalu bandingkan kondisi eksekusi dari berbagai venue, baru putuskan order ini diarahkan ke mana.

#BTC #合约交易