#纽约白银期货跌3%
Perak turun 3%, tapi menurut saya justru lebih layak dicermati dibanding penurunan emas.
Karena perak ini sangat menarik.
Satu kakinya berdiri di sektor logam mulia, sedangkan kaki lainnya menginjak kebutuhan industri. Jadi, perak bisa bergerak mengikuti emas saat mencari perlindungan (safe haven) dan dipengaruhi suku bunga, tetapi juga terkena dampak siklus ekonomi, manufaktur, dan permintaan industri.
Setelah pernyataan Wash ini, perak terlihat mendapat tekanan yang jelas; harga spot perak sempat turun lebih dari 4%, dan penurunannya bahkan lebih dalam daripada emas.
Kenapa? Sangat sederhana.
Ketika ekspektasi suku bunga naik dan dolar menguat, aset yang tidak menghasilkan imbal hasil (non-yielding) akan lebih dulu merugi.
Tapi perak punya lapisan tekanan kedua: jika pasar mulai khawatir bahwa suku bunga tinggi akan menekan ekonomi dan permintaan industri, maka perak tentu akan lebih sensitif dibanding emas.
Jadi saya tidak akan menyederhanakan penurunan perak kali ini sebagai “akhir dari tren logam mulia”.
Justru sebaliknya—ini lebih seperti pasar mulai memisahkan penetapan harga terhadap dua hal tersebut:
Emas memiliki atribut mata uang, sedangkan perak adalah gabungan atribut mata uang plus atribut industri.
Itulah sebabnya, ketika menghadapi dolar yang menguat dan ekspektasi kenaikan suku bunga yang sama, perak kerap jatuh lebih cepat.
Tentu, kenaikan perak sebelumnya juga tidak kecil; posisi profit-taking memang cukup tebal. Maka koreksi sekitar 3% sekarang tidaklah aneh.
Yang seharusnya diperhatikan trader adalah: ketika dolar terus menguat, apakah perak akan terus membukukan titik terendah baru; atau setelah jatuh, apakah cepat muncul dukungan (pembelian penerus).
Jika yang kedua terjadi, berarti dana hanya “mencuci” keping posisi jangka pendek.
Jika yang pertama benar, maka perlu waspada—ini mungkin bukan sekadar koreksi biasa, melainkan pasar mulai menilai ulang permintaan industri dan siklus suku bunga.
Perak turun 3%, tapi menurut saya justru lebih layak dicermati dibanding penurunan emas.
Karena perak ini sangat menarik.
Satu kakinya berdiri di sektor logam mulia, sedangkan kaki lainnya menginjak kebutuhan industri. Jadi, perak bisa bergerak mengikuti emas saat mencari perlindungan (safe haven) dan dipengaruhi suku bunga, tetapi juga terkena dampak siklus ekonomi, manufaktur, dan permintaan industri.
Setelah pernyataan Wash ini, perak terlihat mendapat tekanan yang jelas; harga spot perak sempat turun lebih dari 4%, dan penurunannya bahkan lebih dalam daripada emas.
Kenapa? Sangat sederhana.
Ketika ekspektasi suku bunga naik dan dolar menguat, aset yang tidak menghasilkan imbal hasil (non-yielding) akan lebih dulu merugi.
Tapi perak punya lapisan tekanan kedua: jika pasar mulai khawatir bahwa suku bunga tinggi akan menekan ekonomi dan permintaan industri, maka perak tentu akan lebih sensitif dibanding emas.
Jadi saya tidak akan menyederhanakan penurunan perak kali ini sebagai “akhir dari tren logam mulia”.
Justru sebaliknya—ini lebih seperti pasar mulai memisahkan penetapan harga terhadap dua hal tersebut:
Emas memiliki atribut mata uang, sedangkan perak adalah gabungan atribut mata uang plus atribut industri.
Itulah sebabnya, ketika menghadapi dolar yang menguat dan ekspektasi kenaikan suku bunga yang sama, perak kerap jatuh lebih cepat.
Tentu, kenaikan perak sebelumnya juga tidak kecil; posisi profit-taking memang cukup tebal. Maka koreksi sekitar 3% sekarang tidaklah aneh.
Yang seharusnya diperhatikan trader adalah: ketika dolar terus menguat, apakah perak akan terus membukukan titik terendah baru; atau setelah jatuh, apakah cepat muncul dukungan (pembelian penerus).
Jika yang kedua terjadi, berarti dana hanya “mencuci” keping posisi jangka pendek.
Jika yang pertama benar, maka perlu waspada—ini mungkin bukan sekadar koreksi biasa, melainkan pasar mulai menilai ulang permintaan industri dan siklus suku bunga.

