Konflik Iran-Israel telah mengganggu pasokan energi dan pelayaran global, mendorong harga minyak naik, serta membebani perekonomian dunia, menurut Jiemian News. Lalu lintas niaga melalui Selat Hormuz telah turun dari 130 hingga 140 kapal per hari sebelum perang menjadi angka satu digit, penurunan lebih dari 90%. Harga minyak internasional sempat menembus lebih dari $126 per barel, dan saat ini masih sekitar $88, lebih dari 20% di atas level sebelum perang. Laporan itu menyebutkan biaya energi yang lebih tinggi juga semakin menyulitkan pengendalian inflasi di ekonomi-ekonomi utama: harga konsumen AS naik 3,4% secara tahunan pada Juli, dengan harga bensin naik 24,6%, sementara inflasi Juli di zona euro dan Inggris sama-sama mencapai 2,9%. Dana Moneter Internasional memperkirakan inflasi global akan naik menjadi 4,7% pada 2026, dan Bank Dunia memperingatkan bahwa jika gangguan pasokan energi berlanjut, pertumbuhan global tahun ini dapat melambat hingga 1,3%.