Jika seseorang bisa bertahan dengan berdagang, kamu tidak perlu bertanya seberapa pintar dia, dan kamu juga tidak perlu iri pada seberapa banyak uang yang dia hasilkan. Yang perlu kamu pahami hanya satu: dia telah melewati kesepian yang tidak bisa ditanggung oleh orang biasa, serta menanggung rasa sakit yang sulit dimengerti kebanyakan orang. Dia harus bisa melihat lebih dalam tentang sifat manusia, dan yang lebih penting, menantang dirinya sendiri—karena perdagangan tidak memberi penghargaan kepada orang yang paling pintar; perdagangan memberi penghargaan kepada mereka yang bisa bertahan, yang bisa menahan, dan yang mampu berubah. Bukan berarti dia beruntung; dia sudah berkali-kali “mati” di tempat yang tidak bisa kamu lihat. Dalam bisnis trading ini, yang benar-benar kamu tandingi bukanlah IQ. Yang dipertaruhkan adalah ketahanan, kesabaran, dan kesediaan untuk berubah—sedikit demi sedikit, berkali-kali, membongkar dirimu sendiri dan menyusun ulang dirimu. Mereka yang berhasil tetap hidup pada dasarnya telah mengalami jenis kesepian dan keruntuhan yang tak mampu ditahan oleh orang lain. Keuntungan hanyalah hasilnya; biayanya tersembunyi di balik gelap…$SOL
