Hampir semua penderitaan emosional dalam hidup kebanyakan orang berasal dari satu obsesi yang mematikan. Selalu merasa bahwa ketulusan bisa abadi, kebersamaan bisa berlangsung lama, dan cinta bisa tetap tidak berubah selamanya.
Selalu merasa bahwa kehangatan, kepastian, dan kedalaman perasaan di saat ini adalah jawaban standar untuk seumur hidup.
Selalu merasa bahwa orang yang menemani kita melewati satu perjalanan akan ikut menemani kita sampai akhir hidup. Kita mati-matian berpegang pada kesempurnaan, memaksa sesuatu agar tetap sama, melawan perubahan yang tak terelakkan.
Namun semakin kita berpegang teguh, semakin kita terkuras batin; semakin kita memaksa, semakin kita tersiksa. Karena sejak awal, kita sudah salah membaca aturan paling mendasar dari dunia ini.$AAPLB