Saham ‘sarang’ yang naik 28 kali dalam setahun—sekarang tak bisa turun lagi?
Mari lihat beberapa angka dulu: Pada awal 2026, harga saham SanDisk masih di kisaran 50 dolar. Pada akhir Juni, melonjak hingga 2354 dolar, mencetak rekor tertinggi sepanjang masa—naik 28 kali dalam setahun. Sekarang menjadi 1485 dolar.
Dalam sebulan di bulan Agustus naik 35%, tapi dalam seminggu terakhir turun 7%. Secara teknikal, jarang sekali muncul sinyal “jual”: garis rata-rata 50 hari di 1614, dan harga saat ini sudah menembus ke bawah.
Pada malam pernyataan yang terdengar “hawkish” (lebih agresif), saham-saham penyimpanan justru tumbang semuanya—anehnya, SanDisk malah berakhir datar: 1484.98, tidak bergerak satu sen pun. Tahan banting? Atau sudah tak sanggup naik lagi?
Dari sisi fundamental memang terbilang kuat: pendapatan kuartal terbaru 8,965 miliar dolar, laba bersih 6,9 miliar, margin kotor 85%. Delapan pelanggan menandatangani kontrak jangka panjang, mengunci hingga 2030. Pada investor day, mereka memasang target (flag): pertumbuhan pendapatan dua digit pada 2030, margin non-GAAP 80%. Dan baru saja diumumkan lagi: bersama Kioxia, menggelontorkan 31 miliar dolar untuk membangun pabrik di Jepang, dengan rencana rampung hingga 2032.
Tapi ada juga kabar dingin: Morningstar langsung menerbitkan laporan “meragukan target jangka panjang”. Pandangan analis pun terbelah: target harga rata-rata 2125, tertinggi 3600, terendah hanya 1000. Dan jangan lupa, titik terendah 52 minggu SanDisk adalah 48,56 dolar—artinya meski sudah turun 50% setelah naik 28 kali dalam setahun, ia tetap masih “saham sepuluh kali lipat”.
SanDisk kini berada di posisi yang canggung: ceritanya masih ada, tetapi valuasi sudah mengantisipasi/“menghabiskan” ekspektasi untuk beberapa tahun ke depan. Kejar-kejaran 1 bulan +35%, pengereman 1 minggu -7%—ini sebenarnya kelanjutan kenaikan, atau babak pertama dari perpisahan si ‘saham setan’? $SNDK
Mari lihat beberapa angka dulu: Pada awal 2026, harga saham SanDisk masih di kisaran 50 dolar. Pada akhir Juni, melonjak hingga 2354 dolar, mencetak rekor tertinggi sepanjang masa—naik 28 kali dalam setahun. Sekarang menjadi 1485 dolar.
Dalam sebulan di bulan Agustus naik 35%, tapi dalam seminggu terakhir turun 7%. Secara teknikal, jarang sekali muncul sinyal “jual”: garis rata-rata 50 hari di 1614, dan harga saat ini sudah menembus ke bawah.
Pada malam pernyataan yang terdengar “hawkish” (lebih agresif), saham-saham penyimpanan justru tumbang semuanya—anehnya, SanDisk malah berakhir datar: 1484.98, tidak bergerak satu sen pun. Tahan banting? Atau sudah tak sanggup naik lagi?
Dari sisi fundamental memang terbilang kuat: pendapatan kuartal terbaru 8,965 miliar dolar, laba bersih 6,9 miliar, margin kotor 85%. Delapan pelanggan menandatangani kontrak jangka panjang, mengunci hingga 2030. Pada investor day, mereka memasang target (flag): pertumbuhan pendapatan dua digit pada 2030, margin non-GAAP 80%. Dan baru saja diumumkan lagi: bersama Kioxia, menggelontorkan 31 miliar dolar untuk membangun pabrik di Jepang, dengan rencana rampung hingga 2032.
Tapi ada juga kabar dingin: Morningstar langsung menerbitkan laporan “meragukan target jangka panjang”. Pandangan analis pun terbelah: target harga rata-rata 2125, tertinggi 3600, terendah hanya 1000. Dan jangan lupa, titik terendah 52 minggu SanDisk adalah 48,56 dolar—artinya meski sudah turun 50% setelah naik 28 kali dalam setahun, ia tetap masih “saham sepuluh kali lipat”.
SanDisk kini berada di posisi yang canggung: ceritanya masih ada, tetapi valuasi sudah mengantisipasi/“menghabiskan” ekspektasi untuk beberapa tahun ke depan. Kejar-kejaran 1 bulan +35%, pengereman 1 minggu -7%—ini sebenarnya kelanjutan kenaikan, atau babak pertama dari perpisahan si ‘saham setan’? $SNDK
