Pengetahuan Dasar tentang Buddhisme
3. Kunjungan pulang ke kampung halaman Sang Buddha
Setelah mencapai pencerahan, lima tahun kemudian, atas panggilan dari ayahnya, Raja, ia kembali ke tanah airnya dari Kota Rajagaha, yaitu Kota Kapilawastu. Sebelum Sang Buddha kembali ke negaranya, kabar yang menggembirakan ini segera tersiar luas. Ayahnya, bibi-bibinya, para permaisuri, serta putra Sang Buddha, Rāhula, semuanya menanti kedatangan Sang Yang Mulia di istana kerajaan. Namun pada saat itu, Sang Yang Mulia telah menjadi Buddha; ia juga telah menjadi salah satu anggota sangha (komunitas para bhikkhu). Karena itu ia tidak kembali ke istana, melainkan tinggal bersama banyak bhikkhu lainnya di hutan dekat kota.
Raja Suddhodana, bersama para pengawalnya, datang ke vihara Nigrodhāra yang dibangun khusus bagi Sang Buddha di hutan itu. Di sana ia bertemu Sang Buddha, dan sekaligus juga melihat banyak bhikkhu di bawah bimbingan Sang Buddha, yang mengenakan jubah-jubah sangat compang-camping, serta telah mencukur rambut dan bulu-bulunya. Maka Raja Suddhodana merasa sangat tidak tega.
Pagi harinya, sesuai kebiasaan, Sang Buddha pergi untuk mengumpulkan sedekah makanan (托钵/berkeliling mengemis makanan), dari rumah ke rumah di sepanjang jalan. Peristiwa ini kembali terdengar oleh telinga Raja Suddhodana; akhirnya ia buru-buru menemui Sang Buddha dan berkata, “Anakku, mengapa engkau harus meminta sedekah kepada orang seperti seorang pengemis? Engkau benar-benar telah mempermalukan aku!”