Sebelum trading, tentukan dulu kerugian maksimum yang bisa kamu terima, lalu gunakan itu untuk menghitung ukuran posisi. Risiko per transaksi dapat ditetapkan sebagai persentase kecil dari total dana, dan jumlahnya dihitung berdasarkan jarak antara “harga masuk—harga stop loss”: jika stop loss lebih jauh, ukuran posisi harus lebih kecil; jika stop loss lebih dekat, ukuran posisi juga tidak boleh terlalu besar sampai tidak mampu menanggung slippage. Jangan karena sedang berturut-turut untung lalu memperbesar leverage. Jangan juga setelah rugi malah menambah taruhan untuk mengejar balik. Inti manajemen risiko bukanlah memprediksi setiap kali harus benar, melainkan memastikan ketika salah pun kamu masih bisa bertahan dan tetap berada di pasar.