Yen melewati 160 per dolar AS ke level terlemahnya dalam sebulan, memperpanjang penurunan yang telah menghapus lebih dari setengah keuntungan yang didorong intervensi, menurut Bloomberg. Mata uang Jepang turun hingga 0,5% menjadi 160,20 terhadap dolar pada Jumat setelah dolar mendapat dorongan dari janji Ketua Federal Reserve Kevin Warsh untuk mencapai target inflasi bank sentral, sementara para pedagang kini mengamati tanda-tanda kapan otoritas mungkin akan bergerak untuk melindungi mata uang. Dana lindung nilai menambah posisi short pada yen untuk minggu kedua berturut-turut, menurut data Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas untuk periode berakhir 25 Agustus.
Yen berada di bawah tekanan sejak gagal menembus 155 pada awal bulan ini, menyusul aksi bersama pada 31 Juli ketika AS dan Jepang melakukan intervensi pembelian yen yang terkoordinasi pertama sejak 1998. Pelemahan terbaru terjadi bahkan setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent membuat upaya baru untuk membatasi biaya pinjaman jangka panjang AS dari level tertinggi dalam beberapa tahun. Strategis Bank of America Alex Cohen mengatakan ekspektasi intervensi niscaya meningkat seiring yen berada di level 160 yang secara psikologis relevan, meskipun otoritas kemungkinan akan lebih sabar karena langkah tersebut sebagian besar dipicu oleh dolar dan suku bunga AS. Investor tetap khawatir tentang kesenjangan suku bunga yang lebar antara Jepang dan ekonomi lain, beban utang negara yang besar, serta harga minyak yang terus meningkat.
Manajer investasi State Street, Masahiko Loo, mengatakan bahwa level 160-an tengah sedang menjadi level kebijakan, bukan level penilaian, sementara Washington dan Tokyo secara efektif menggambar garis batas politik, serta tidak menutup kemungkinan adanya putaran intervensi lain sebelum potensi kenaikan Bank of Japan seawal September. BOJ akan mengadakan pertemuan bulan depan, dengan pasar memperkirakan sekitar 80% kemungkinan kenaikan, sementara pedagang juga memperkirakan kenaikan suku bunga The Fed tahun ini. Strategis BNY, Geoffrey Yu, mengatakan ia memperkirakan otoritas Jepang akan menahan diri untuk sementara dari intervensi karena pertemuan suku bunga semakin dekat.
Pemerintah Perdana Menteri Sanae Takaichi dikabarkan mendukung kenaikan BOJ dalam waktu dekat mengingat lemahnya yen. Mata uang tersebut sempat berada di sekitar level terendah dalam empat dekade, yakni sekitar 164 per dolar, sebelum intervensi pada akhir Juli yang membuat AS bergabung membela Jepang. Otoritas juga melakukan intervensi pada musim panas 2024 ketika yen menembus level 160 per dolar.

