Yang paling mencolok di seluruh sesi adalah selisih gunting ini: SOXL turun 6,2% dalam 24 jam, namun posisi kontraknya malah melonjak 18,2% dalam sehari. Semakin dalam penurunannya dan semakin ganas leverage dibuka, maka “entry” baru di tengah kejatuhan bukan untuk memungut dasar, melainkan untuk memperbanyak pasukan oleh pihak short.

Dari sisi penambahan posisi, arah transaksi yang dilakukan secara agresif terlihat jelas: order beli 39% berbanding order jual 61%; order jual menekan order beli, dan posisi tambahan yang tercipta adalah posisi short. Harga menempel di sekitar MA20 15 menit di 112,13 dan tidak bisa menembus—arah 4 jam tetap DOWN. Dua minggu lalu sempat menyentuh harga 154 yang dianggap “stoknya”, sekarang jatuh ke 112. Di fase penurunan ini, bahkan tidak ada satu pun candle rebound yang layak.

Satu-satunya yang tampak melawan arus adalah “paus”: 85,5% akun full position long, dan dalam hampir 7 jam terakhir juga menambah 0,97%, artinya para pemain utama long belum angkat kaki; tetapi untuk arus masuk bersih big money di spot malah nol—tidak ada “koin emas” yang benar-benar turun tangan sebagai penyambung. Hanya mengandalkan pemain utama untuk menahan, tidak cukup untuk menghentikan short yang terus menambah posisi.

Trading saya: di sekitar 112 langsung buka posisi short. Jika tembus ke bawah 110,33 yaitu low sebelumnya, target melihat ke 106. Stop loss diletakkan di atas high 4 jam 112,76. Kalau harga kembali dan ditutup dengan volume di atas MA20, sekaligus posisi (open interest) berbalik mengecil, itu menandakan short sedang mundur—maka lakukan flip (berbalik arah) pada trade ini. Jangan sampai berkonflik dengan uang. #soxl $SOXL