Pembagian kontrak berdasarkan tren dan volatilitas tidak berarti bahwa setiap bulan hasilnya akan tetap seperti semula. Misalnya, pada bulan Mei pasar sedang bearish, tetapi tingkat kemenangan kami mencapai 100%. Kami melakukan short terhadap Ethereum sebanyak 45 kali berturut-turut, terus mengejar floating profit sambil menambah posisi short.

Dari Mei hingga Juni, harga terus jatuh (crash). Banyak orang yang berhasil balik modal (flip) karena tingkat kemenangan dan orang-orang yang melakukan flip sangat banyak. Lalu pada Juli dan Agustus, pasar bergerak sideways sambil membangun dasar (base). Di periode itu, kami melakukan buy dan sell sekaligus—kami membuat 55 transaksi, dan ada 4 transaksi yang kena stop loss.

Jadi, kesalahpahaman kalian adalah mengira bahwa pergerakan pasar setiap bulan itu sama. Itu terlalu sempit. Pada bulan Agustus, pasar bull dimulai: Bitcoin melonjak hingga 30%+. Namun banyak orang tidak bisa bertahan dengan posisi; begitu naik sedikit mereka langsung keluar. Mereka masih menggunakan pola pikir bearish untuk trading. Akhirnya justru tidak se-stabil sebelumnya yang menghasilkan profit. Memang mereka tetap untung, tetapi tidak terjadi perubahan ke pola pikir bull.

Di pasar bull juga bisa terjadi penurunan dan koreksi yang tajam. Maka anggapan bahwa harga akan terus naik itu salah. Berdasarkan banyak anggota yang mengikuti selama lebih dari 6 bulan dan terus memperpanjang, biasanya mereka melaporkan bahwa rata-rata return bulanan sekitar 30%. Ukuran posisi yang mereka buka cukup besar: risikonya 55%+. Untuk “pemburu keberuntungan” (judi), ada laporan bisa balik modal dalam satu bulan sampai 4 kali atau 400%. Namun risiko para penjudi adalah: selama menahan posisi (anti tambah rugi) menghadapi lonjakan lawan, peluang kena margin call lalu forced liquidation itu pasti. Semua ini mereka sampaikan melalui pesan pribadi, karena sekarang terlalu banyak orang di pasar bull, jadi tidak ada waktu untuk menghitung tiap hari. #BTC #翻仓 👉🏻历史翻仓