🇺🇸 Rudal-rudal AS semakin menipis, sementara China dan Rusia mengamati

Perang melawan Iran sedang menciptakan masalah strategis bagi Amerika Serikat yang jauh melampaui Timur Tengah: konsumsi cepat amunisi canggih dapat mengurangi kemampuan Washington untuk menghadapi secara bersamaan krisis dengan China atau Rusia.

Menurut Wall Street Journal, stok untuk sistem seperti pencegat Patriot PAC-3, THAAD, dan rudal berpemandu presisi telah sangat berkurang selama konflik. Pengisian kembali sebagian dari persenjataan tersebut bisa memakan waktu bertahun-tahun, sehingga menciptakan kerentanan justru di teater yang dianggap paling penting bagi strategi Amerika: Eropa dan Indo-Pasifik. (The Wall Street Journal)

Masalah ini terasa khususnya sensitif karena Taiwan bergantung pada kemampuan AS untuk menyediakan pertahanan dan daya tembak dalam kemungkinan konflik dengan China, sedangkan Eropa perlu mengandalkan AS untuk memperkuat pertahanan udara NATO menghadapi ancaman Rusia. Reuters juga melaporkan bahwa AS menggunakan hampir seluruh stok untuk beberapa rudal jarak jauh tertentu, seperti ATACMS dan PrSM. (Reuters)

Karena itu, persoalannya bukan sekadar “AS kehabisan senjata”. Stok persenjataan konvensional tetap luas. Sumbat utamanya ada pada pencegat rudal dan persenjataan mutakhir jarak jauh—yakni beberapa senjata yang paling sulit dan memakan waktu lama untuk diproduksi. (Council on Foreign Relations)

Ini mengubah industri pertahanan menjadi persoalan keamanan nasional. Washington harus mempercepat jalur produksi, memperluas rantai pasok, dan membangun kembali stok tanpa mengorbankan kemampuan daya gentar mereka di kawasan lain.

Bagi China dan Rusia, situasi ini menghadirkan peluang strategis: semakin lama waktu yang dibutuhkan AS untuk memulihkan persenjataannya, semakin besar pula persepsi adanya celah kerentanan Amerika.