Ringkasan Pasar FX Mingguan, 24–28 Agu: USD menguat kembali saat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed kembali

💵 Dolar AS kembali menguat, dengan DXY ditutup sekitar 99,5–99,7. Pemicu utamanya adalah Jackson Hole, di mana Ketua The Fed Kevin Warsh mengatakan kondisi keuangan belum cukup ketat dan bahwa The Fed masih perlu bekerja jika inflasi tidak bergerak jelas menuju 2%.

📊 Inti PCE Juli tetap tinggi di 3,3% YoY, sementara konsumsi dan investasi bisnis tetap kokoh. Namun, penjualan rumah baru turun 10,5%, kepercayaan Conference Board merosot ke 89,4, dan Chicago PMI masuk di 47,1, sehingga prospek AS menjadi campuran.

🇪🇺 EUR/USD melorot di bawah 1,1600 meski ECB tetap condong untuk kenaikan suku bunga pada September. Inflasi Spanyol naik ke 4,5% dan inflasi Prancis ke 2,7%, tetapi penyesuaian harga untuk kebijakan The Fed memberi dampak yang lebih kuat pada pasangan mata uang tersebut.

🇯🇵 USD/JPY bertahan di sekitar 160 meski inflasi Tokyo lebih kuat dan sinyal BoJ yang hawkish. Selisih imbal hasil AS–Jepang yang lebar terus mendukung transaksi carry, sementara risiko intervensi tetap tinggi di sekitar level saat ini.

🇦🇺 AUD mendapat dukungan dari CPI Australia 3,5% dan notulen RBA yang hawkish, tetapi kehilangan momentum ketika dolar menguat. CAD juga tetap tertekan oleh ketegangan perdagangan AS–Kanada dan posisi short spekulatif yang berat.

🥇 Emas turun sekitar 3% pada sesi terakhir karena imbal hasil AS naik dan posisi long yang terlalu ramai dikurangi, sehingga memperkuat pergerakan yang lebih luas yang digerakkan USD.

📅 Pekan depan, Eurozone CPI, US ISM, RBNZ, BoC, dan terutama laporan NFP 4 September akan menguji apakah reli USD pasca-Jackson Hole berubah menjadi tren yang lebih luas atau tetap terutama merupakan penyesuaian ulang ekspektasi kebijakan.

#Forex $USDT $BTC $XAU