KEVIN WARSH KIRIM ISYARAT YANG LEBIH TEGAS: KENAIKAN SUKU BUNGA FED DI BULAN SEPTEMBER?
Di Jackson Hole, Ketua The Fed Kevin Warsh mengambil sikap yang jauh lebih tegas terhadap inflasi, namun tidak memberikan komitmen untuk kenaikan suku bunga pada bulan September.
Warsh menegaskan bahwa target inflasi PCE 2% tetap tidak berubah, sementara inflasi PCE saat ini berada di 3,7% dan CPI di 3,4%. Yang patut dicatat, 54% komponen PCE mencatat inflasi di atas 3% selama 12 bulan terakhir.
Menurut Warsh, beberapa laporan yang bernada positif tidak cukup untuk membuktikan bahwa tekanan inflasi yang mendasari telah tertahan secara berarti. Jika inflasi gagal terus mendingin, The Fed masih memiliki “pekerjaan yang harus dilakukan,” termasuk mempertahankan suku bunga tetap tinggi atau berpotensi menaikkannya lebih lanjut.
Poin penting lainnya adalah Warsh tidak ingin The Fed memberikan “reaction function” yang tetap untuk kebijakan moneter. Kondisi ekonomi terus berubah dan model The Fed tidak sempurna, sehingga keputusan suku bunga di masa depan bisa menjadi lebih sulit diprediksi oleh pasar.
Reaksi pasar obligasi juga mencerminkan interpretasi yang lebih hawkish. Imbal hasil Treasury AS tenor 2 tahun naik tajam karena sangat sensitif terhadap ekspektasi kebijakan The Fed.
Kini CME memperkirakan hampir peluang 60% untuk kenaikan suku bunga pada bulan September, sementara Polymarket dan Kalshi juga cenderung ke arah kenaikan, dengan probabilitas di atas 50%.
Meski demikian, Warsh tetap optimistis terhadap ekonomi, khususnya AI, belanja bisnis, dan belanja konsumen.
The Fed belum mengonfirmasi adanya kenaikan, namun setelah Jackson Hole, hal ini jelas menjadi skenario yang tidak bisa diabaikan pasar.
Apakah The Fed benar-benar akan menaikkan suku bunga pada September, ataukah Warsh hanya menggunakan retorika yang lebih kuat untuk menekan ekspektasi inflasi?
Lakukan riset Anda sendiri dengan saksama sebelum melakukan transaksi apa pun (DYOR). $BTC $AKE $MAGMA #Colecolen
Di Jackson Hole, Ketua The Fed Kevin Warsh mengambil sikap yang jauh lebih tegas terhadap inflasi, namun tidak memberikan komitmen untuk kenaikan suku bunga pada bulan September.
Warsh menegaskan bahwa target inflasi PCE 2% tetap tidak berubah, sementara inflasi PCE saat ini berada di 3,7% dan CPI di 3,4%. Yang patut dicatat, 54% komponen PCE mencatat inflasi di atas 3% selama 12 bulan terakhir.
Menurut Warsh, beberapa laporan yang bernada positif tidak cukup untuk membuktikan bahwa tekanan inflasi yang mendasari telah tertahan secara berarti. Jika inflasi gagal terus mendingin, The Fed masih memiliki “pekerjaan yang harus dilakukan,” termasuk mempertahankan suku bunga tetap tinggi atau berpotensi menaikkannya lebih lanjut.
Poin penting lainnya adalah Warsh tidak ingin The Fed memberikan “reaction function” yang tetap untuk kebijakan moneter. Kondisi ekonomi terus berubah dan model The Fed tidak sempurna, sehingga keputusan suku bunga di masa depan bisa menjadi lebih sulit diprediksi oleh pasar.
Reaksi pasar obligasi juga mencerminkan interpretasi yang lebih hawkish. Imbal hasil Treasury AS tenor 2 tahun naik tajam karena sangat sensitif terhadap ekspektasi kebijakan The Fed.
Kini CME memperkirakan hampir peluang 60% untuk kenaikan suku bunga pada bulan September, sementara Polymarket dan Kalshi juga cenderung ke arah kenaikan, dengan probabilitas di atas 50%.
Meski demikian, Warsh tetap optimistis terhadap ekonomi, khususnya AI, belanja bisnis, dan belanja konsumen.
The Fed belum mengonfirmasi adanya kenaikan, namun setelah Jackson Hole, hal ini jelas menjadi skenario yang tidak bisa diabaikan pasar.
Apakah The Fed benar-benar akan menaikkan suku bunga pada September, ataukah Warsh hanya menggunakan retorika yang lebih kuat untuk menekan ekspektasi inflasi?
Lakukan riset Anda sendiri dengan saksama sebelum melakukan transaksi apa pun (DYOR). $BTC $AKE $MAGMA #Colecolen
