Bernstein baru saja menaruh kembali Bitcoin senilai $125K di meja untuk akhir tahun.
Itu kira-kira merupakan pergerakan 58% dari area ~$79K.
Tapi angka itu bukan bagian yang paling menarik perhatian saya.
Yang menarik adalah tesis di baliknya.
Argumen Bernstein pada dasarnya adalah bahwa kita sedang memasuki dunia di mana pemerintah memiliki pilihan yang semakin sulit seputar beban utang yang sangat besar.
Jika disiplin fiskal menjadi semakin sulit secara politik, pelonggaran/pelemahan nilai mata uang (currency debasement) menjadi salah satu kemungkinan jalan keluar.
Dan aset yang langka akan diuntungkan dalam lingkungan seperti itu.
Bitcoin cocok dengan tesis tersebut hampir sempurna.
Namun ada masalah dalam memperlakukan “debasement” sebagai target harga BTC yang otomatis.
Pasar bisa memahami tesis makro yang sama dan tetap menjual Bitcoin.
Suku bunga bisa tetap tinggi untuk waktu yang lebih lama.
Likuiditas dapat menyusut.
Institusi bisa mengurangi eksposur.
Aset berisiko bisa mengalami penurunan besar bahkan ketika masalah utang jangka panjang justru memburuk.
Itulah sebabnya menurut saya pertanyaan yang lebih penting adalah:
Apakah adopsi institusional benar-benar mengubah batas bawah (downside floor) Bitcoin?
Penurunan siklus kali ini secara material lebih kecil dibanding beberapa penurunan pada pasar beruang Bitcoin historis, sementara akses institusional menjadi jauh lebih dalam.
Jika institusi benar-benar memperlakukan BTC sebagai aset strategis, bukan sekadar perdagangan risiko lainnya, maka struktur pasar mungkin sedang berubah.
Bernstein melihat $125K pada akhir tahun, $150K pada pertengahan 2027, dan sekitar $300K pada puncak siklus berikutnya.
Itu bukan jaminan.
Tapi tesis yang mendasarinya layak untuk dipandang serius:
Jika pemerintah terus memperluas jumlah uang beredar untuk mengelola utang yang terus membesar, kelangkaan menjadi semakin bernilai.
Perdebatan bukanlah apakah Bitcoin itu langka.
Yang diperdebatkan adalah apakah pasar akhirnya bersedia memberi harga kelangkaan itu secara agresif.
Itu kira-kira merupakan pergerakan 58% dari area ~$79K.
Tapi angka itu bukan bagian yang paling menarik perhatian saya.
Yang menarik adalah tesis di baliknya.
Argumen Bernstein pada dasarnya adalah bahwa kita sedang memasuki dunia di mana pemerintah memiliki pilihan yang semakin sulit seputar beban utang yang sangat besar.
Jika disiplin fiskal menjadi semakin sulit secara politik, pelonggaran/pelemahan nilai mata uang (currency debasement) menjadi salah satu kemungkinan jalan keluar.
Dan aset yang langka akan diuntungkan dalam lingkungan seperti itu.
Bitcoin cocok dengan tesis tersebut hampir sempurna.
Namun ada masalah dalam memperlakukan “debasement” sebagai target harga BTC yang otomatis.
Pasar bisa memahami tesis makro yang sama dan tetap menjual Bitcoin.
Suku bunga bisa tetap tinggi untuk waktu yang lebih lama.
Likuiditas dapat menyusut.
Institusi bisa mengurangi eksposur.
Aset berisiko bisa mengalami penurunan besar bahkan ketika masalah utang jangka panjang justru memburuk.
Itulah sebabnya menurut saya pertanyaan yang lebih penting adalah:
Apakah adopsi institusional benar-benar mengubah batas bawah (downside floor) Bitcoin?
Penurunan siklus kali ini secara material lebih kecil dibanding beberapa penurunan pada pasar beruang Bitcoin historis, sementara akses institusional menjadi jauh lebih dalam.
Jika institusi benar-benar memperlakukan BTC sebagai aset strategis, bukan sekadar perdagangan risiko lainnya, maka struktur pasar mungkin sedang berubah.
Bernstein melihat $125K pada akhir tahun, $150K pada pertengahan 2027, dan sekitar $300K pada puncak siklus berikutnya.
Itu bukan jaminan.
Tapi tesis yang mendasarinya layak untuk dipandang serius:
Jika pemerintah terus memperluas jumlah uang beredar untuk mengelola utang yang terus membesar, kelangkaan menjadi semakin bernilai.
Perdebatan bukanlah apakah Bitcoin itu langka.
Yang diperdebatkan adalah apakah pasar akhirnya bersedia memberi harga kelangkaan itu secara agresif.