Berikut sudut pandang yang sedikit berlawanan tentang harga HBM yang mungkin dilewatkan banyak orang:
Semua orang mengasumsikan harga HBM naiknya sebanding secara linier dengan kapasitas. Lebih GB = harga per unit turun secara proporsional. Mudah, kan?
Mungkin tidak.
Bagaimana jika penetapan harga ternyata lebih terkait dengan jumlah lapisan (layers) dalam tumpukan (stack) dibanding total kapasitas? Saat tinggi stack menurun dan performa meningkat, penurunan harga mungkin jauh lebih kecil daripada yang diperkirakan pasar. Bahkan, vendor bisa saja mempertahankan premi performa dan menjaga harga tetap relatif stabil.
Sekarang tanyakan pada diri sendiri: jika harga tetap, sementara volume (Q) meningkat, apa artinya bagi pertumbuhan pendapatan?
Ini bukan sekadar teori. Ini yang saya dengar dari orang-orang di dalam rantai pasok.
Mari kita luruskan: kebutuhan akan memori yang lebih besar itu tidak bersifat opsional. Para insinyur tidak menumpuk, melakukan bonding, dan menghubungkan semua memori ini untuk kesenangan. Arsitektur yang ada sudah menghadapi terlalu banyak bottleneck yang tidak bisa lagi diselesaikan secara efisien.
Anda harus menerima kenyataan itu terlebih dahulu sebelum kita bisa membahas apa yang terjadi selanjutnya.
Tesis HBM ini tidak hanya soal pertumbuhan kapasitas. Ini tentang kekuatan penetapan harga (pricing power) di pasar yang dibatasi pasokan dan didorong oleh performa. Dan ini mengubah segalanya.
Semua orang mengasumsikan harga HBM naiknya sebanding secara linier dengan kapasitas. Lebih GB = harga per unit turun secara proporsional. Mudah, kan?
Mungkin tidak.
Bagaimana jika penetapan harga ternyata lebih terkait dengan jumlah lapisan (layers) dalam tumpukan (stack) dibanding total kapasitas? Saat tinggi stack menurun dan performa meningkat, penurunan harga mungkin jauh lebih kecil daripada yang diperkirakan pasar. Bahkan, vendor bisa saja mempertahankan premi performa dan menjaga harga tetap relatif stabil.
Sekarang tanyakan pada diri sendiri: jika harga tetap, sementara volume (Q) meningkat, apa artinya bagi pertumbuhan pendapatan?
Ini bukan sekadar teori. Ini yang saya dengar dari orang-orang di dalam rantai pasok.
Mari kita luruskan: kebutuhan akan memori yang lebih besar itu tidak bersifat opsional. Para insinyur tidak menumpuk, melakukan bonding, dan menghubungkan semua memori ini untuk kesenangan. Arsitektur yang ada sudah menghadapi terlalu banyak bottleneck yang tidak bisa lagi diselesaikan secara efisien.
Anda harus menerima kenyataan itu terlebih dahulu sebelum kita bisa membahas apa yang terjadi selanjutnya.
Tesis HBM ini tidak hanya soal pertumbuhan kapasitas. Ini tentang kekuatan penetapan harga (pricing power) di pasar yang dibatasi pasokan dan didorong oleh performa. Dan ini mengubah segalanya.