Dunia menghabiskan cadangan minyaknya dengan cepat.
Saat perang di Iran mengganggu pasokan, Badan Energi Internasional menyetujui pelepasan keadaan darurat standar untuk 400 juta barel guna meredam guncangan.
Enam bulan kemudian, perang masih berlangsung.
Pasokan dari kawasan Teluk masih terputus, persediaan terus menurun, dan kini 43% produksi minyak global berasal dari negara-negara yang terdampak konflik.
Setiap tambahan barel yang digunakan untuk keadaan darurat akan mengurangi cadangan yang tersedia jika gangguan terjadi di masa depan.
Dan jika harga minyak naik lebih tinggi, dampaknya bisa menyebar dengan cepat:
Ketika harga minyak naik:
→ Biaya bahan bakar dan transportasi meningkat.
→ Tekanan inflasi bertambah.
→ Peluang untuk menurunkan suku bunga mengecil.
Saat perang di Iran mengganggu pasokan, Badan Energi Internasional menyetujui pelepasan keadaan darurat standar untuk 400 juta barel guna meredam guncangan.
Enam bulan kemudian, perang masih berlangsung.
Pasokan dari kawasan Teluk masih terputus, persediaan terus menurun, dan kini 43% produksi minyak global berasal dari negara-negara yang terdampak konflik.
Setiap tambahan barel yang digunakan untuk keadaan darurat akan mengurangi cadangan yang tersedia jika gangguan terjadi di masa depan.
Dan jika harga minyak naik lebih tinggi, dampaknya bisa menyebar dengan cepat:
Ketika harga minyak naik:
→ Biaya bahan bakar dan transportasi meningkat.
→ Tekanan inflasi bertambah.
→ Peluang untuk menurunkan suku bunga mengecil.

