Tadi malam, di pasar obligasi AS muncul fenomena yang menarik: setelah pidato dari Waller, imbal hasil tenor 2 tahun terlebih dahulu melonjak, disusul imbal hasil tenor 10 tahun, sementara kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah tenor 30 tahun relatif melambat dibanding 2 tahun dan 10 tahun.

Jelas, pelambatan imbal hasil di sisi obligasi tenor panjang terutama dipengaruhi oleh dua faktor: pertama, repo obligasi tenor panjang dari Bessent pada 9 September; kedua, data ekonomi terbaru ditambah melemahnya harga minyak mentah yang membuat ekspektasi inflasi di masa depan melambat.

Meskipun demikian, perhatian pasar terhadap kekhawatiran inflasi di jangka pendek-menengah masih tetap ada, tetapi tekanan inflasi jangka panjang melandai—sebab saat ini data ekonomi mendukung ekspektasi bahwa pertumbuhan inflasi akan melemah.

Kenaikan ekspektasi kenaikan suku bunga menekan dengan sangat jelas aset berisiko dan risk appetite pada saham AS. Namun, ada satu sisi positif: emas justru turun dengan cepat. Jika emas bisa kembali ke kisaran 4000–4100, maka dalam 3 bulan ke depan itu merupakan instrumen untuk penempatan aset yang sangat bagus.

Menurut pendapat saya, dalam beberapa bulan ke depan ekspektasi kenaikan suku bunga kemungkinan akan kembali menjadi semakin ekstrem. Selain itu, jika data bulan Agustus kembali membuktikan bahwa konsumsi mengalami pelemahan, emas juga merupakan salah satu aset yang sangat baik untuk menghadapi risiko ekonomi.#沃什称通胀是美联储首要关注