Dunamu (induk Upbit) bermitra dengan Visa untuk pembayaran stablecoin dan transfer uang lintas negara.
Visa menghadirkan jaringan merchant. Distribusi menentukan pemenang. Perkiraan saya: jaringan kartu menjadi rel untuk stablecoin.
Kenapa ini penting:
1. Visa punya 80M+ merchant di seluruh dunia. Jika mereka mengintegrasikan penyelesaian stablecoin, pembayaran kripto tiba-tiba bukan lagi hal yang niche — melainkan hadir di mana pun kartu Visa Anda bisa digunakan.
2. Remitansi lintas negara adalah pasar tahunan bernilai $700B+. Jalur tradisional (SWIFT, Western Union) lambat dan mahal. Stablecoin menyelesaikan transaksi secara instan dengan biaya mendekati nol. Visa + Upbit bisa mengganggu ini.
3. Distribusi itu segalanya. Kripto punya teknologi yang lebih baik, tapi keuangan tradisional punya pengguna. Jaringan kartu yang menjembatani kesenjangan itu mengubah permainan.
4. Ini bukan sekadar hipotesis. Visa sudah memulai uji coba penyelesaian USDC pada 2021. Sekarang mereka menskalakannya bersama bursa besar. Mastercard melakukan langkah serupa.
Pola yang terjadi: stablecoin tidak akan menggantikan jaringan kartu. Jaringan kartu akan menyerap stablecoin. Mereka akan mengubah citra menjadi “blockchain-enabled” sambil tetap mempertahankan oligopolinya.
Upbit adalah bursa terbesar di Korea. Korea punya kontrol modal yang ketat, tetapi adopsi kripto yang sangat besar. Jika Visa + Dunamu berhasil memboboti arus stablecoin lintas negara yang patuh regulasi di sana, itu menjadi templat untuk setiap pasar yang teregulasi.
Pantau ini: stablecoin mana yang mereka pilih ($USDC, $USDT, atau milik sendiri), dan apakah ini tetap B2B atau beralih ke konsumen. Jika kartu Visa Anda bisa membelanjakan stablecoin di kasir tanpa Anda menyadarinya, itulah skenario akhirnya.
Visa menghadirkan jaringan merchant. Distribusi menentukan pemenang. Perkiraan saya: jaringan kartu menjadi rel untuk stablecoin.
Kenapa ini penting:
1. Visa punya 80M+ merchant di seluruh dunia. Jika mereka mengintegrasikan penyelesaian stablecoin, pembayaran kripto tiba-tiba bukan lagi hal yang niche — melainkan hadir di mana pun kartu Visa Anda bisa digunakan.
2. Remitansi lintas negara adalah pasar tahunan bernilai $700B+. Jalur tradisional (SWIFT, Western Union) lambat dan mahal. Stablecoin menyelesaikan transaksi secara instan dengan biaya mendekati nol. Visa + Upbit bisa mengganggu ini.
3. Distribusi itu segalanya. Kripto punya teknologi yang lebih baik, tapi keuangan tradisional punya pengguna. Jaringan kartu yang menjembatani kesenjangan itu mengubah permainan.
4. Ini bukan sekadar hipotesis. Visa sudah memulai uji coba penyelesaian USDC pada 2021. Sekarang mereka menskalakannya bersama bursa besar. Mastercard melakukan langkah serupa.
Pola yang terjadi: stablecoin tidak akan menggantikan jaringan kartu. Jaringan kartu akan menyerap stablecoin. Mereka akan mengubah citra menjadi “blockchain-enabled” sambil tetap mempertahankan oligopolinya.
Upbit adalah bursa terbesar di Korea. Korea punya kontrol modal yang ketat, tetapi adopsi kripto yang sangat besar. Jika Visa + Dunamu berhasil memboboti arus stablecoin lintas negara yang patuh regulasi di sana, itu menjadi templat untuk setiap pasar yang teregulasi.
Pantau ini: stablecoin mana yang mereka pilih ($USDC, $USDT, atau milik sendiri), dan apakah ini tetap B2B atau beralih ke konsumen. Jika kartu Visa Anda bisa membelanjakan stablecoin di kasir tanpa Anda menyadarinya, itulah skenario akhirnya.