Ekspektasi suku bunga terburuk: sebelum rilis data pertama dari kelompok kerja Vosch, sangat sulit untuk melihat kapan era Vosch akan tiba, yaitu penurunan suku bunga. Optimisme terbesar pasar adalah ekspektasi kenaikan suku bunga sepanjang tahun 2026 secara bertahap melemah.

Poin inti: kondisi keuangan dan ekonomi AS saat ini membuat kenaikan suku bunga pasti meningkatkan kemungkinan terjadinya ledakan pada risiko ekonomi dan risiko finansial. Vosch tidak bisa menanggung konsekuensi itu, jadi penundaan penurunan suku bunga dilakukan hanya untuk menunggu data baru, sekaligus mengubah struktur penetapan data yang saat ini digunakan oleh The Fed.

Menurut pandangan saya, skenario paling pesimistis adalah penurunan suku bunga pada tahun 2026 mungkin baru bisa muncul pada bulan Desember, kecuali selama periode itu ada data ekonomi yang memberikan satu angka yang tak terbantahkan untuk Vosch agar pelonggaran/penurunan suku bunga dapat dilakukan.

Contohnya data bagus: PCE inti tahunan turun hingga di bawah 3%, CPI turun mendekati atau menembus di bawah 3%. Contoh data buruk: tingkat pengangguran melonjak, pertumbuhan jumlah tenaga kerja nonfarm berada di kisaran 10–50 ribu, misalnya data PDB melemah, konsumsi melemah.

Sederhananya: atau inflasi akan datang dengan optimisme yang cepat, atau ekonomi akan menghadapi risiko resesi stagflasi; jika tidak, saya rasa data saat ini memang tidak cukup untuk mengubah pendirian Vosch.

Turunnya harga minyak mentah memang dapat meredakan kekhawatiran inflasi di masa depan, tetapi pengaruhnya terhadap pelemahan PCE inti masih belum cukup. Jadi, melemahnya ekspektasi kenaikan suku bunga pada bulan September dan Oktober, serta meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga pada bulan Desember—ini kemungkinan menjadi ritme utama kebijakan moneter paruh kedua tahun ini.#黄金8月上涨约14%