Manajemen risiko bukan untuk memprediksi naik-turun, melainkan untuk mengelola kerugian
Sebelum melakukan order, jawab dulu: berapa maksimum yang bersedia Anda rugi? Lalu hitung mundur ukuran posisi berdasarkan harga masuk dan harga stop loss, bukan menentukan dulu berapa banyak yang akan dibeli. Risiko per transaksi dapat ditetapkan sebagai persentase tetap dari total modal, dan sisihkan ruang cadangan untuk slippage, biaya transaksi, serta volatilitas ekstrem. Stop loss harus dituliskan sebagai bagian dari rencana trading; jangan baru mencari alasan saat harga sudah turun. Jangan gunakan uang pinjaman, uang belanja sehari-hari, atau dana darurat untuk trading; ketika mengalami kerugian beruntun, jedakan sesi evaluasi (replay) untuk mencegah melakukan penambahan posisi karena emosi balas dendam. Bertahan lama di pasar sering kali lebih penting daripada mengunci satu kesempatan yang menguntungkan.