Di usia 33 tahun ini, saya menghabiskan delapan tahun penuh di dunia kripto.

Orang-orang di sekitar paling sering bertanya bukan “Bitcoin bisa naik sampai berapa”, melainkan “kamu benar-benar sudah dapat untung atau belum”.

Saya tidak bertele-tele: pada gelombang pasar dari 2021 sampai 2023, saldo akun saya stabil menembus angka delapan.

Saya hanya membagi delapan tahun itu menjadi tiga tahap.

Irama pasar makin cepat, tapi jumlah transaksi saya justru makin sedikit.

Tahap pertama, dari 50 ribu sampai 1,5 juta, saya butuh 24 bulan;

Tahap kedua, dari 1,5 juta sampai 8 juta, hanya 12 bulan;

Tahap ketiga, dari 8 juta sampai 30 juta, hanya 5 bulan. Semakin ke belakang saya semakin paham: kecepatan meraih uang benar-benar berbanding terbalik dengan jumlah transaksi.

Jurus saya sebenarnya sederhana—terus mengunci pola berbentuk “N”.

Satu garis tegak untuk lonjakan, satu kemiringan untuk koreksi turun, lalu satu lonjakan tegak menembus. Begitu konfirmasi pola muncul, langsung masuk; jika pola jebol, segera potong posisi.

Tidak menambah posisi, tidak pakai leverage. Stop loss saya set di 2%, take profit di 10%. Bahkan aturan-aturan ini saya tulis ke API bursa, toleransi kesalahannya tidak lebih dari 0,1%.

Ada yang menertawakan saya “terlalu kaku”: tidak lihat moving average, tidak lihat hot spot, tidak perhatikan kabar industri—bagaimana bisa menghasilkan uang?

Tapi nyatanya, orang-orang yang tiap hari mengawasi belasan indikator dan mengejar puluhan cuitan justru yang paling cepat rugi.

Saya menyederhanakan tampilan hingga paling minimal: hanya melihat chart candle 4 jam, ditambah satu moving average garis abu-abu terang 20 hari.

Setiap hari saat penutupan saya hanya menyapu cepat—kalau ada pola “N”, saya pasang conditional order; kalau tidak ada, saya tutup komputer dan selesai. Sisanya saya isi dengan secangkir kopi, jalan-jalan dengan anjing, dan menemani keluarga. Ke mana pun pasar berjalan, silakan.

Saat keuntungan mencapai tangga kunci, saya segera “ambil alih”: saat menyentuh 1,5 juta, saya tarik seluruh modal awal; saat tembus 8 juta, saya pindahkan separuh, sisanya lanjutkan compounding sambil putar ulang.

Bahkan kalau besoknya ketemu black swan, posisi saya tidak akan runtuh.

Saya punya tiga aturan besi lagi. Setiap hari setelah rekap, saya wajib memeriksa: jangan kejar kenaikan, tunggu konfirmasi pola; jangan menahan posisi saat invalid, kalau jebol langsung keluar; jangan terlena, begitu target tercapai langsung tarik dana.

Di dunia kripto tidak ada yang pasti untung dan tidak pernah rugi—yang ada hanya proses penyaringan yang terus-menerus.

Saring leverage, saring FOMO (ketakutan ketinggalan), saring semua macam kebisingan. Yang tersisa baru benar-benar “emas”. Jangan berharap bisa jadi orang gemuk dalam sekali makan. Dengan mantap meraih 20 kali keuntungan 10%, dari 50 ribu sampai 10 juta, itu hanya masalah waktu.

Dulu saya sendirian, berantakan menabrak di kegelapan. Sekarang lampu itu ada di tangan saya.

Lampunya terus menyala—kamu mau ikut atau tidak?