Kasus Sun Yuchen menggugat Jing Tian, penyebab paling mendasarnya adalah Jing Tian secara biologis merasa jijik terhadap Sun Ge—tidak menyukai Sun Ge sama sekali. Tapi demi uang, dia menahannya, dan malah menaikkan harga secara mendadak!

Jing merasa Sun itu orang desa yang kampungan, pengusaha kaya mendadak, tidak berkelas; bahkan dia tidak mau menyempatkan setengah jam untuk benar-benar mengenal Sun Yuchen dengan baik. Ini adalah kekeliruan terbesar!

Kalau dilihat dari cerita panjang ala artikel Sun Ge itu, kemungkinan besar Jing Tian memperlakukan dirinya sebagai transaksi jangka pendek.

Satu tangan menyerahkan uang, satu tangan menyerahkan barang—lalu dia juga sempat ingin menaikkan harga seenaknya di tengah jalan.

Tapi Sun Ge jelas lebih paham tentang jangka panjang: pernikahan, anak, masa depan, bahkan hak waris aset seratus miliar—semuanya dimasukkan ke dalam model penilaian.

Tentu saja, menganggap punya anak sebagai tiket masuk jelas bukan kebijaksanaan investasi.

Yang benar-benar menarik adalah, begitu seseorang sudah terbiasa merasa bahwa dirinya selalu bernilai, maka dia akan sangat mudah melebih-lebihkan nilai “kartu” yang dia pegang.

Dalam beberapa dekade terakhir, kemakmuran globalisasi membuat banyak selebritas terbiasa dipuja-puja.

Saat arus surut, dari era Li Bai dan Du Fu yang dulunya tiap hari ada orang yang mengajak minum sampai pada keadaan “pondok jerami yang jebol diterpa angin musim gugur”—hari ini selebritas juga sama.

Target seperti Sun Ge ini: volatilitas tinggi, keterbukaan informasi buruk, dan bahkan bisa tiba-tiba balik menggugat.

Bernegosiasi tentang kepemilikan jangka panjang dengan orang seperti ini—itu tidak disebut investasi nilai.

Itu disebut menaruh level cut loss pada diri sendiri.

Transaksi jangka pendek memang tidak akan bertahan lama.

Menjadikan hidup sebagai transaksi jangka pendek, apalagi.#币圈巴菲特 #BTC #景甜