CEO Micron Lontarkan Seruan: Permintaan 50% Lebih Tinggi dari Kapasitas, Tapi Saham Tetap Nggak Mau Naik

Laporan Keuangan Meledak: Pendapatan Q3 mencapai 41,46 miliar dolar AS, melonjak 346% year-over-year; margin kotor 85%, padahal setahun lalu masih 38%.

Produk Laku Keras: Kapasitas HBM4 habis terjual untuk seluruh tahun 2026, dan platform NVIDIA Vera Rubin disebut-sebut secara spesifik memintanya.

Bosnya Santai: Untuk pelanggan pusat data, barang yang mereka butuhkan bahkan 50% lebih banyak daripada yang bisa saya pasok; kelangkaannya sudah tidak masuk akal.

Pelanggan Mengunci Pesanan Lebih Awal: Kontrak pasokan jangka panjang senilai 22 miliar dolar AS sudah ditandatangani.

Dengan fundamental seperti itu, seharusnya harga sahamnya terbang ke langit, kan?

Tapi belakangan ini Micron malah naik-turun seperti wahana: pada 18/8 sahamnya anjlok 7% dalam satu hari, 24/8 turun lagi 6%, dan sekarang harga sahamnya masih 30% lebih rendah dibanding puncak pada bulan Juni.

Alasannya juga terasa ajaib: satu laporan Wall Street berjudul "belanja di luar neraca AI raksasa sebesar 3 triliun dolar" saja bisa menghantam seluruh sektor memori sampai ke kondisi teknis pasar beruang.

Yang bikin makin terbelah adalah sikap para petinggi.
Cathie Wood secara terbuka berkata: Saya tidak menyentuh saham HBM; pola historisnya adalah ketika pasokan ketat, pelanggan akan mengubah desain untuk menghindari komponen berharga tinggi.
Pemegang saham besar juga pada lari: CEO baru saja menjual 40.000 saham pada bulan Juli, dan selama tiga bulan terakhir orang dalam mencairkan 168 juta dolar AS.

Soal valuasi, model lembaga mengatakan bahwa saat ini harga saham 60% lebih mahal daripada nilai wajar.
Satu sisi menunjukkan kinerja terkuat sepanjang sejarah, di sisi lain uang justru “memberi suara” dengan cara keluar dari pasar.
Lalu, siapa yang salah?$MUB $MU